Baca juga: Warga DKI di Zona Merah Sebaiknya Tak Sholat Idul Adha di Masjid
“Para santri dibangunkan untuk menjalankan shalat tahajud kemudian dilanjutkan dengan Sholat Subuh berjamaah,” kata Lukman, seorang santri Pesantren Tebuireng yang mengikuti prosesi karantina.
Para santri juga diajurkan berolahraga pagi seperti senam maupun sepak bola, agar mereka tidak jenuh selama karantina. “Dua hari sekali untuk senam, dua hari lagi untuk bermain bola. Jadi diselang-seling,” ujar Lukman.
Pengajian tetap digelar setelah Sholat Maghrib di setiap ruangan karantina masing-masing. Kitab dikaji saat pengajian ialah kitab Arbauna Haditsan Fi Fadhoilil Qur’an, 40 hadits tentang keutamaan Alqur’an.
(Salman Mardira)