Ketiga adalah fitnah ilmu pengetahuan yang tercatat dalam ayat 60-82. Dalam ayat tersebut mengisahkan tentang Nabi Musa as yang bertemu dengan Nabi Khidir as. Nabi Musa as merasa sudah pintar dalam memahami banyak keilmuan, kemudian Allah SWT memerintahkannya untuk menemui seseorang di suatu tempat sebagai pelajaran bahwa di sisi orang yang pintar ada yang lebih pintar. Bertemulah Nabi Musa dengan Nabi Khidir as.
“Kita bisa mencegah fitnah ilmu pengetahuan ini dengan cara tawadhu, merendahkan diri di depan orang lain dan Allah SWT dan jangan mudah tertipu dengan ilmu yang kita miliki,” ujar Ahmad Al Misri.
Keempat adalah fitnah kekuasaan yang dijelaskan dalam ayat 83-89 di mana mengisahkan mengenai seorang raja bernama Zulkarnaen.
“Untuk mencegah dari fitnah kekuasaan, kita musti belajar seperti halnya Raja Zulkarnaen yang selalu ikhlas dalam mengabdi kepada umatnya dan ingat pada akhirat," pungkasnya.
(Salman Mardira)