Pemuda yatim itu memohon kepada Rasulullah agar beliau bersedia mendatangi tetangganya agar membujuknya untuk menjual pohon kurmanya. Rasulullah SAW pun menghampiri tetangga tersebut dan memberitahukan duduk perkaranya. Rasulullah meminta agar dia berkenan memberikan pohon kurma tersebut atau rela menjualnya. Namun sang tetangga bersikukuh menolak.
Rasulullah SAW lalu mengatakan: "Juallah pohon kurma itu demi pemuda yatim ini. Niscaya engkau diakhirat akan mendapatkan pohon kurma yang luasnya andaikata orang berjalan akan menempuh waktu yang panjang".
Baca Juga: Kalbu Mengeras karena Jauh dari Allah SWT
Tawaran Nabi sangat menggiurkan karena tidak ada yang membandingi sebuah pohon kurma di dunia dengan pohon kurma di akhirat. Namun sang tetangga tidak bergeming dengan janji Rasulullah SAW. Dia tetap enggan menjual pohon kurmanya. Para sahabat pun terheran-heran dengan hal tersebut. Salah seorang sahabat bernama Aba Dahdah bertanya pada Rasulullah:
"Wahai Rasulullah. Apabila aku dapat membeli pohon kurma orang itu lalu aku berikan pada pemuda yatim, apakah surga yang engkau janjikan akan menjadi milikku?"
Nabi menjawab "lya". Tanda bahwa beliau menyepakati apa yang ditanyakan Aba Dahdah.
Mendengar hal tersebut, Aba Dahdah mendatangi tetangga anak yatim itu dan dia berkata: