JAKARTA – Erupsi Gunung Sumeru merupakan salah satu keajaiban berupa penampakan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah Subhaanallahu Wa Ta’ala (SWT).
Manusia diciptakan dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Begitu pula dengan mahluk-makhluk lain, semua ciptaan Allah SWT akan kembali kepada-Nya, sesuai kehendak-Nya.
Baca Juga: Senyum Itu Sedekah Paling Mudah, Berikut Ini 5 Faedahnya
Manusia, hewan, tumbuhan, gunung, dan semua yang ada di muka bumi ini diciptakan semata-mata untuk beribadah dengan menyembah kepada-Nya.
Buya Yahya menjelaskan, Allah SWT memberikan segala nikmat yang tidak akan habis kepada ciptaan-Nya. Namun, jika makhluk ciptaan-Nya tak bersyukur dan mengingkari perintah-Nya, jangan marah bila Allah SWT menegurnya dengan tanda-tanda terjadinya bencana.
Baca Juga: Segera Khitankan Anak Anda untuk Menjaga Kesehatan dan Kebersihan
Allah SWT telah menjelaskan hal ini di dalam Al-Qur’an,
“Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti”.(Q.S Al Israa/17 : 59).
Adapun firman lainnya,
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al Qur`an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu”. (Q.S Fushilat/41 : 53).
Baca Juga: Rasulullah Tak Pernah Sekalipun Berbohong Walau Saat Bergurau
Semua hal yang terjadi tak luput dari tanda-tanda kebesaran-Nya. Meskipun, hal-hal seperti itu menjadi hal yang aneh buat kita, tapi kita tak boleh menganggap itu sebagai hal yang berlebihan. Karena, semua bencana yang terjadi, itu merupakan ulah kita sendiri.
“Janganlah kita membuat kerusakan di muka bumi, dengan kerusakan yang pertama kerusakan akidah, keimanam, serta akhlak. Kalau kita merusakkan hal itu, niscaya Allah akan hancurkan negeri ini,” ucap Buya Yahya, seperti yang dilansir dari Channel Youtube Al-Bahjah TV, Rabu (02/12/2020).
(Vitrianda Hilba Siregar)