JAKARTA - Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) meminta Polri untuk tegas menindak pelaku intoleransi dan radikalisme di Indonesia. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk memberantas intoleransi di Tanah Air.
"Penindakan penting. Jangan sampai Polri ragu," kata Sekretaris P3M, Sarmidi Husna, dalam diskusi online yang diselenggarakan Institut Demokrasi Republikan (ID-Republikan) bertajuk, Pendidikan dan Tantangan Moderasi Beragama di Kalangan Milenial, akhir pekan ini.
Selain itu, kata Sarmidi, penegak hukum juga harus segera menutup sumber pendanaan yang digunakan kelompok radikal. "Ini harus segera ditutup, selain kotak amal yang kemarin ditemukan kepolisian," ujarnya.
Baca Juga: Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19, Saatnya Naik Kelas Jadi Manusia Mulia
Staf Khusus Menteri Agama RI, M Nuruzzaman, di forum yang sama menyebutkan pentingnya dibangun moderasi beragama dalam rangka menekan meningkatnya intoleransi. Dia menuturkan, moderasi beragama saat ini menjadi program prioritas Presiden Joko Widodo.
"Ini sebagai upaya pemerintah untuk menurunkan intoleransi, radikalisme dan terorisme," jelasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saiful Umam mengusulkan agar diperbanyak promosi konten-konten moderasi beragama di sosial media.
Baca Juga: Pastikan Komunitas Muslim Aman, Kepala Polisi New York Kawal Masjid Islamic Center
"Seni budaya khas nusantara juga perlu lebih ditampilkan ke publik dan juga kearifan lokal sehingga orang tidak lagi melihat ini Islam atau bukan," ujarnya.
Dia mengatakan, moderasi beragama semakin penting di tengah meningkatnya intoleransi. "Intoleransi justru menjadi alasan kuat kenapa moderasi beragama dibutuhkan," pungkasnya.
(Vitrianda Hilba Siregar)