Puasa di Tengah Pendemi, Memaksa Kita Menjadi Lebih Baik

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 03 Mei 2021 10:43 WIB
M. Mas'ud Said (Foto:Dok)
Share :

Kalau kita obyektif dan mau introspeksi, jangan jangan ada yang salah, jangan jangan ada yang tengah mabuk dunia. Sesungguhnya mestinya sepanjaang tahun kita harus berpuasa.

Jangan jangan kita ini kurang beres, hidup kisruh dengan muda menenggelamkan akhirat dengan capaian dunia.Mengendalikan diri.

Maka terbuktilah apa yang oleh Rasulullah SAW disebut yuhibbuunaddunya wayansaunal akhiroh, terlalu mencintai dunia dan lupa akan kehidupan akhirat.

Mungkin Malaikat sudah melapor: bahwa kita ini,-naudzubillahi mindaalik-, termasuk yang yubibbuunal kholqoh wayansaunal khooliqoh, diam diam dan terang terangan, lebih mencintai. Dan lebih takut makhluk Allah dan lupa kepada penciptanya.

Rupanya ummat di dunia ini yuhibbunaddzunubah wayansaunattaubah, lebih menyukai perbuatan dosa namun lupa bertaubat kita kepada Allah SWT. Jangan jangan dalam catatan Malaikat banyak dari kita termasuk yuhibbunal kusuroh wayansaunal fahfaroh, lebih menyukai gedung yang megah, rumah mewah tapi lupa terhadap kuburan dan hari akhir di mana kita semua akan hidup lebih kekal atasnya.

Untung Ramadhan segera tiba.

Sebagai kaum beriman kita disarankan untuk tetap waspada tanpa menghilangkan rasa syukur. Bahkan dalam cobaan kita diminta untuk optimis. Kaum beriman adalah kaum yang memiliki keyakinan akan keberhasilan dan sabar dalam situasi yang sulit.

Tak ada Nabi dan Rasul yang hidup tanpa beban yang berat. Namun semua Nabi dan Rasul adalah orang orang yang tak takluk dengan halangan, ancaman, kesulitan dan situasi yang memaksa maksa dan menghimpit himpit. Puasa mudah mudahan mengingatkan dan memaksa kita kepada kesadaran baru.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya