JAKARTA - Malam Lailatu Qadar bukan untuk dipikirkan kapan waktunya akan datang, malam ganjilkah atau malam genap pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Justru yang dipikirkan bagaimana dalam 10 malam terakhir itu menghidupkan ibadah.
"Antum nggak usah terlalu mikir kapan malam lailatul qodr? Yang penting kita hidupkan malam-malam 10 terakhir ramadhan... Maka secara otomatis insya Allah kita dapati malam lailatul Qodar itu," ujar Ustadz Fadlan Fahamsyah LC, M.H di kutip dalam akun Telegramnya pada Kamis (6/5/2021).
Baca Juga: Itikaf Bukan di Masjid Apakah Bisa Dapatkan Malam Lailatul Qadar
Mari ingat hadits Nabi ini, agar semangat menjelang garis finish:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
"Adalah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam apabila telah memasuki sepuluh malam yang terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam harinya, dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari Dan Muslim)
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ . (رواه البخاري، رقم 1910، ومسلم، رقم 760 )