IBADAH haji 2021 saat ini sedang berlangsung di Tanah Suci, Arab Saudi. Tahun ini adalah tahun kedua pembatasan jamaah yang dapat melaksanakan rukun Islam kelima tersebut. 60. 000 jamaah haji tahun ini berasal dari warga negara Arab Saudi serta warga negara asing yang sudah menetap di Arab Saudi.
Nah, untuk sebutan haji Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti punya beberapa nama plesetannya dan ditulis dalam akun Twitter pribadinya @Abe_Mukti menjelaskan, ketimbang ibadah lain, haji cukup banyak penyebutannya.
"Berbagai sebutan haji menunjukkan popularitas dan penilaian masyarakat terhadap mereka yg telah menunaikan ibadah haji," tulis Mu'ti.
Baca Juga: Lagi, Pelaku Haji Ilegal Ditangkap Pihak Keamanan Arab Saudi
Sedikitnya ada sembilan sebutan yang kerap diucapkan masyarakat dalam menyematkan gelar haji. Pertama adalah haji mabrur, yang berarti yang diterima oleh Allah dan dijamin masuk surga. "Ini menjadi harapan dan dambaan setiap jamaah haji," paparnya.
Selain Haji Mabrur, ada juga sebutan yang populer di masyarakat. Adapun sebutan ini dirasa juga termasuk candaan umum. "Haji Mansur: Haji halamannya kena gusur. Berangkat haji karena halaman rumahnya terkena gusur. Haji Wahyu: Haji mergo sawahe payu. Berangkat haji setelah menjual sawah," jelasnya.
Sebutan selanjutnya versi Mu'ti adalah Haji Abidin, akronim dari haji atas biaya dinas, dalam artian berangkat haji sebagai petugas. Kemudian ada sematan Haji Kosasih, yakni haji dengan ongkos dikasih. Dimana, mereka berhaji lantaran hadiah dari lembaga atau seseorang.