KEMENTERIAN Agama (Kemenag) bakal mengerahkan sebanyak 50 ribu penyuluh agama ke seluruh wilayah Indonesia untuk menyosialisasikan protokol pelaksanaan ibadah Idul Adha 1442 Hijriah/2021 Masehi di masa pandemi covid-19. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021.
"Kanwil Kemenag provinsi, ASN, non-ASN, KUA, hingga 50 ribu penyuluh agama akan kita kerahkan. Kita akan libatkan semua. Kita dorong di seluruh level untuk melakukan sosialisasi secara intensif," ungkap Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan Umat Beragama Ishfah Abidal Aziz dalam sebuah siniar, Rabu 14 Juli 2021, seperti dikutip dari Antara.
Baca juga: Mana Lebih Menarik bagi Anak Muda, Berkurban atau Jalan-Jalan?
Ia mengatakan, keefektifan sosialisasi antara lain akan dilihat dari kemampuan Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama (KUA), dan penyuluh melibatkan pihak lain dalam kegiatan sosialisasi serta frekuensi dan cakupan sosialisasi.
"Ketiga; implementasi, berbagai pihak harus kita libatkan," lanjut dia.
Ishfah menjelaskan, penyuluh antara lain akan mendampingi pengurus masjid dan mushola mempersiapkan penyelenggaraan Sholat Idul Adha serta penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kurban di daerah tanpa kasus covid-19 dan daerah dengan risiko penularan rendah yang diperbolehkan menggelar kegiatan ibadah di masjid/mushola dan lapangan.
Baca juga: Mana Lebih Dulu, Berkurban atau Bayar Utang?
"Kepala KUA kita bekali cek lis untuk melakukan monitoring. Ada beberapa hal yang mesti dipenuhi oleh masjid, dilakukan edukasi dan pendampingan bagaimana menerapkan protokol kesehatan sesuai yang tertuang di SE (surat edaran)," terang dia.
Ishfah menambahkan, para penyuluh juga akan menyampaikan edukasi mengenai vaksinasi covid-19. Ia menggarisbawahi bahwa penyebab lonjakan kasus penularan covid-19 bukan perayaan keagamaan, melainkan pengabaian protokol kesehatan.
(Hantoro)