Keutamaan Sholat Sunah Badiyah Magrib

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis
Sabtu 21 Agustus 2021 11:09 WIB
Keutamaan Sholat Sunah Badiyah Magrib. (Foto: Freepik)
Share :

KEUTAMAAN Sholat Sunah Badiyah Magrib dua raka’at termasuk sunnah muakkadah (yang ditekankan) dan dianjurkan untuk selalu dijaga.

Rasulullah SAW bersabda tentang 12 raka’at rawatib muakkadah,

أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ⁣⁣⁣

“Empat raka’at sebelum zhuhur, dua raka’at setelah zhuhur, dua raka’at setelah maghrib, dua raka’at setelah isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.” [HR. At-Tirmidzi dari Aisyah dan Ummu Habibah radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jaami’: 6183]⁣⁣⁣

Baca Juga: Baru Hijrah Sudah Berdakwah, Bagaimana Pandangan Ulama?

Saat sholat badiyah magrib dianjurkan membaca surat Al-Kafirun di raka’at pertama dan surat Al-Ikhlas di raka’at kedua.

Sahabat yang Mulia Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma meriwayatkan, 

رَمَقْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعًا وَعِشْرِينَ مَرَّةً أَوْ خَمْسًا وَعِشْرِينَ مَرَّةً يَقْرَأُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ وَبَعْدَ الْمَغْرِبِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

"Aku menghitung Nabi shallallahu’alaihi wa sallam sebanyak 24 atau 25 kali membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam sholat qobliyah Fajar dan ba'diyah Maghrib." [HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Al-Ashlu, Al-Albani rahimahullah, 2/488]

Baca Juga: Sabar Bukan karena Manusia Mampu Melakukan, tapi Atas Izin Allah Ta'ala

Ustaz Sofyan Ruray menjelaskan, dua surat ini dianjurkan karena di dalamnya terkandung ajaran Islam yang paling tinggi, yaitu tauhid dan berlepas diri dari kekafiran dan orang-orang kafir. 

فسورة: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ فيها بيانُ ما يجب لله تعالى من صِفات الكمال، وبيان ما يجب تنزيهه عنه من النقائص والأمثال، وسورة: قُلْ يَا أَيُّهَا الكَافِرُونَ فيها إيجابُ عبادته وحده لا شريكَ له، والتبرِّي من عبادة كلِّ ما سواه، ولا يتمُّ أحد التوحيدين إلَّا بالآخر؛ ولهذا كان النبي صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يقرأ بهاتين السورتين في سُنة الفجر والمغرب والوتر اللَّتين هما فاتحةُ العمل وخاتمتُه؛ ليكون مبدأ النهار توحيدًا، وخاتمته توحيدًا

"Dalam surat Al-Ikhlas ada penjelasan tentang kewajiban kita meyakini sifat-sifat kesempurnaan hanya milik Allah ta’ala, dan kewajiban kita mensucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan dan mensucikan-Nya dari penyerupaan dengan selain-Nya.

Dan dalam surat Al-Kafirun ada penjelasan tentang kewajiban beribadah kepada Allah yang satu saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan kewajiban berlepas diri dari peribadahan kepada siapa pun selain-Nya.

Dan tidak akan sempurna salah satu dari dua bentuk tauhid ini kecuali dengan mengamalkan yang lainnya (tidak mungkin dipisahkan), oleh karena itu Nabi shallallahu’alaihi wa sallam membaca dua surat ini dalam sholat sunnah qobliyah Fajar, qobliyah Maghrib dan witir, yang keduanya adalah pembuka dan penutup amalan, agar awal hari dimulai dengan tauhid dan akhir hari ditutup dengan tauhid." [Ijtima' Al-Juyusy Al-Islamiyah, 2/94]

(Vitrianda Hilba Siregar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya