RASA malu bukan hanya sekadar untuk menjaga marwah diri, namun di balik itu semua juga menjadi penghalang seseorang untuk berbuat maksiat serta kesyirikan.
Al- Imam An-Nawawi didalam kitab hadist beliau Arba'in An-Nawawi menyebutkan hadis yang masyhur dari sahabat Abu Mas'ud 'Uqbah bin 'Amr al-Anshariy al-Badriy
Baca Juga: Baru Hijrah Sudah Berdakwah, Bagaimana Pandangan Ulama?
Rasulullah SAW bersabda :
إن مما أدرك الناس من كلام النبوة الأولى، إذا لم تستحي فانا ما شئت
"Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui manusia (secara turun menurun) dari kalimat kenabian terdahulu adalah, Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu “(HR Al Bukhari)
Baca Juga: Cinta Tanah Air Itu Syar'i Sebagian dari Iman
Di antara faidah dari hadist diatas adalah :
Ustadz Abu Abdillah Imam dalam pesannya menjelaskan bahwa di antara moral seseorang yang tidak memiliki sifat malu, ia akan melakukan apapun yang diinginkan nya tanpa peduli. Terkadang kemaksiatan, bahkan terkadang bertentangan dengan fitrahnya sebagai seorang Hamba Allah ﷻ.
Didalam hadist diatas juga menjelaskan bahwa Sifat malu yang dimiliki seseorang akan menyelamatkannya dari hal yang dimurkai oleh Allah. Dan tentunya akan menjaganya untuk senantiasa memiliki kehormatan diri (Iffah).