Penajaman pemahaman Bayani, Burhani dan Irfani ditekankan Haedar agar dalam berbagai dinamika kehidupan, warga Muhammadiyah tidak gagap dan bertindak tidak proporsional.
“Dengan kerendahan hati, tawadhu, tulus, kaya pemikiran, kita bisa berdakwah amar makruf nahi munkar. Jadi itu hal-hal yang memerlukan proses pembudayaan dan ketika kita menghadapi pandemi letakkan konsep memahami musibah pandemi ini perpaduan antara rasional ilmiah dan spiritual ilahiyah. Jangan satu-satu, sehingga kita tidak berdebat lagi,” pungkasnya.
(Vitrianda Hilba Siregar)