Penggunaan Media Sosial Konten Islam Ungkap Milenial Medan Ingin Menjadi Muslim yang Baik

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 04 September 2021 17:00 WIB
Fakrur Rozi foto bersama dengan penguji serta keluarga usai promosi doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. (Foto: Ist)
Share :

MEDAN - Penggunaan media sosial konten Islam saat ini sering diakses warganet terutama kalangan milenial, namun tabayyun digital sangat diperlukan juga. 

Kalangan milenial Muslim  bisa mendapatkan informasi tentang Islam dengan tema yang dikehendaki. Namun menjadi persoalan adalah bagaimana milenial Muslim melakukan proses Tabayyun dalam menerima informasi keislaman tadi.

Nah hal ini menjadi tema desertasi Promosi Doktor Komunikasi dan Penyiaran Islam dengan promovendus atas nama Fakhrur Rozi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara.

Penelitian disertasi ini berjudul “Penggunaan Media Sosial Konten Islami, Presentasi Algoritma dan Tabayyun Digital pada Muslim Milenial di Kota Medan”, dengan Promotor Prof. Dr. Syukur Kholil, MA dan Kopromotor Dr. Hasan Sazali, MA dan disertasi diuji pada Rabu (1/9/2021) di Medan.

Baca Juga: Viral, Askar Pinjamkan Payung kepada Jamaah Umrah di Depan Kakbah

Dalam promosi doktornya, Rozi memaparkan tujuan disertasi merupakan untuk mengetahui bagaimana penggunaan media sosial konten islami pada muslim milenial Kota Medan, presentasi algoritma media sosial konten islami muslim milenial dan bagaimana model tabayyun digital konten islami muslim milenial Kota Medan.

"YouTube dan Instagram, saat ini dipenuhi dengan konten islami yang dibuat oleh tokoh, organisasi, maupun orang perorang pemilik akun media sosial. Konten Islami memenuhi ruang publik muslim Indonesia yang terhubung dengan internet. Konten media sosial Islami dicari pengguna dengan beragam motif dan kebutuhan untuk pemenuhan kepuasan mereka," sebut Rozi yang juga mantan wartawan Koran SINDO Medan ini.

Baca Juga: Begini Akibat Jika Bersandar Harapan dan Mencari Ridha kepada Manusia

Dijelaskannya, media sosial dengan jutaan akun/channel dan algoritma yang membentuk filter bubble yang menunjukkan homogenitas informasi (ruang gema/echo chamber), memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk resepsi pengguna. Sebab, seseorang menerima informasi, ide, dan gagasan sejenis secara terus-menerus. Karena itu, setiap muslim perlu melakukan proses Tabayyun dalam menerima informasi Keislaman di YouTube dan Instagram.

Rozi, yang juga dosen Ilmu Komunikasi di FIS UIN Sumut ini, menemukan penggunaan YouTube dan Instagram konten islami cukup masif dan intens di kalangan muslim milenial.

Baca Juga: 6 Keutamaan Memberi Nafkah Keluarga

Aksesibilitas teknologi yang mudah, mengikuti channel dan akun yang beragam, serta menyenangi ustaz/ulama yang memproduksi konten di media sosial, menjadikan muslim milenial merasa ingin memuaskan aspek religiusitasnya dengan mengonsumsi konten islami dari YouTube dan Instagram.

Selain itu, lanjutnya, muslim milenial juga menyebutnya sebagai upaya belajar Islam untuk menjadi sosok yang lebih baik (berhijrah).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya