Dr. Iskandar Zulkarnain, M.Si selaku penguji dari Universitas Sumatera Utara mengatakan, analisis kualitatif yang disajikan oleh promovendus dalam disertasinya sudah sangat tepat. Hal itu sudah bisa menggambarkan permasalah yang terjadi di dalam masyarakat terkait proses Tabayyun dalam penggunaan media sosial konten islami pada muslim milenial.
Ia juga menyebutkan bahwa judul disertasi yang diambil oleh promovendus merupakan isu aktual yang banyak dialami oleh muslim milenial, termasuk di Kota Medan.
"Saya melihat memang persoalan ini lebih tepat secara kualitatif supaya lebih dalam terkait realitas dalam masyarakat itu, karena fenomena yang dipilih ini adalah masalah yang sangat aktual dan memberikan banyak kebermanfaatan bagi kita. Jadi lakukan lah kerjaan apapun, tidak hanya dalam konteks media sosial, kita harus selalu melakukan Tabayyun. Jadi Tabayyun itu penting sekali , membuat kita waspada dalam seluruh aspek kehidupan," ujarnya.
(Vitrianda Hilba Siregar)