BEBERAPA waktu lalu viral seorang remaja putra merapikan sandal dan sepatu milik jamaah di Masjid As-Sa'adah Ciater, Subang, Jawa Barat. Ia bernama Raja, dan masjid itu ternyata dibangun oleh keluarganya. Maka itu, Raja sering disebut sebagai "Sultan Subang".
Baru-baru ini kembali muncul video tentang Raja. Berisi sosok Raja dan keluarga besarnya. Tidak disangka, ternyata keluarga Raja adalah "The Real Sultan". Meskipun terbilang kaya raya dan terpandang, keluarga ini tetap rendah hati serta sederhana.
Baca juga: Viral Pemuda Ramah, Sambut Jamaah Masjid hingga Rapikan Sandal Ternyata Anak Sultan
"Masya Allah," kata Mat Peci yang kagum dengan kesederhanaan keluarga Raja, seperti dikutip dari kanal YouTube-nya, Selasa (12/10/2021).
Ayah Raja, Monti, mengatakan tidak menyangka anaknya bisa viral. Sebab, apa yang dilakukan Raja sudah rutin sejak kecil.
"Sebenarnya hal itu (perbuatan Raja), sudah dilakukan dari kecil, dan belum pernah ada yang merekamnya," ujar Monti.
Lebih lanjut pemilik Hotel Lembah Sarimas di Ciater, Subang, ini mengatakan apa yang dilakukan Raja ada memuliakan para jamaah masjid. Sebab, menurut dia, tamu-tamu Allah Subhanahu wa ta'ala harus disambut dengan baik.
Baca juga: Ini Alasan Anak Sultan Subang Pilih Kerjaan Rapikan Sandal Jamaah Masjid
Sementara itu ibu Raja, Imas Suhartini, menuturkan bahwa ia dan keluarganya mengaku bukan keluarga sultan. Meski tidak sedikit orang yang beranggapan seperti itu.
"Sebenarnya saya malu dibilang sultan," terang Imas.
Ia menceritakan, sejak SD Raja memang selalu berusaha menjadi mandiri. Bahkan putranya itu pernah berjualan kantong keresek hingga membersihkan bus-bus pariwisata.
Awalnya Imas tidak tahu perilaku anaknya tersebut. Namun orang-orang terdekat sampai guru di sekolah Raja merasa heran dan langsung melaporkannya kepada orangtua.
Baca juga: Cerita Wanita Cantik Asal Amerika Jadi Mualaf Usai Menulis tentang Islam
Akan tetapi di sini Imas dan keluarganya tidak mempermasalahkan. Apa yang dilakukan oleh Raja karena itu sudah terbiasa di keluarganya.
"Enggak apa-apa kok, sudah terbiasa di keluarga saya," ujarnya.
Imas mengatakan tidak pernah mengekang dan melarang anaknya melakukan apa pun asalkan itu hal positif. Kemudian, senantiasa selalu ingat Allah Subhanahu wa ta'ala.
Baca juga: 32 Tahun Jadi Pemuka Agama, Wanita Inggris Ini Dapat Hidayah dan Masuk Islam
(Hantoro)