MUNCUL pertanyaan dari banyak orang terkait fitrah manusia. Mereka bertanya, "Jika manusia itu diciptakan dari setetes air mani yang hina, lalu mengapa saat dilahirkan menjadi fitrah (suci)?" Nah, simak jawabannya dari Ustadz Ady Kurniawan Al Asyrofi berikut ini.
Ustadz Ady mengatakan pertanyaan terkait manusia makhluk suci tersebut berkaitan dengan Surah Al Insan Ayat 2:
إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat." (QS Al Insan: 2)
"Juga berkaitan dengan ayat lain yang menceritakan penciptaan manusia yang dari air mani kemudian menjadi segumpal darah, lalu dibentuknya tulang dan dibungkus dengan daging hingga membentuk rupa yang sempurna, lalu ditiupkan ruh," jelas Ustadz Ady dalam keterangannya kepada Okezone, Selasa (19/10/2021).
Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Selasa 19 Oktober 2021M/12 Rabiul Awal 1443H
Ia menerangkan, maka yang menjadikan manusia fitrah atau suci adalah:
1. Perjalanan selama proses penciptaan yang Allah Subhanahu wa ta'ala ciptakan dengan sebaik-baiknya rupa.
2. Kemudian Allah Ta'ala simpan pada tempat yang kukuh (rahim), kepada makhluk yang Allah muliakan, makhluk tersebut bernama wanita, yang Allah ciptakan dengan penuh kehati-hatian dan Allah tiupkan kepada wanita sebuah rasa kasih sayang yang besar.
3. Lalu diperkuat fitrahnya dengan ditiupkannya ruh yang kemudian di sana terjadi ikrar antara Allah dengan ruh tersebut yang tercantum dalam Surah Al Araf Ayat 172. Yang mana para ruh (calon bayi) tersebut mengiyakan dan menyaksikan akan ketuhanan Allah. Maka di situlah fitrah manusia mulai terlihat yaitu pada dasarnya manusia itu suci artinya bertuhankan Allah.
Baca juga: Wanita Cantik Ini Masuk Islam di Tengah Keluarga yang Semuanya Non-Muslim