Itulah kisah taubatnya Malik bin Dinar rahimahullah yang beliau kemudian menjadi salah seorang imam generasi tabiin, dan termasuk ulama Basrah. Malik dikenal selalu menangis sepanjang malam dan berkata: "Ya Ilahi, hanya Engkaulah satu-satunya Dzat Yang Mengetahui penghuni surga dan penghuni neraka, maka yang manakah aku di antara keduanya? Ya Allah, jadikanlah aku termasuk penghuni surga dan jangan jadikan aku termasuk penghuni neraka."
Malik bin Dinar rahimahullah bertaubat dan dia dikenal pada setiap harinya selalu berdiri di pintu masjid berseru: "Wahai para hamba yang bermaksiat, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang-orang yang lalai, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang yang melarikan diri (dari ketaatan), kembalilah kepada Penolong-mu! Penolong-mu senantiasa menyeru memanggilmu di malam dan siang hari."
Baca juga: Simak! Ini Cara Bertawasul untuk Hajat yang Diperbolehkan Menurut Syariat Islam
Baca juga: 6 Cara Bertaubat dari Zina, Salah Satunya Cari Lingkungan yang Baik
Dia berfirman kepadamu: "Barang siapa mendekatkan dirinya kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu hasta. Jika dia mendekatkan dirinya kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu depa. Siapa yang mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil."
Malik memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberikan rizki taubat kepada kita. Tidak ada sesembahan yang hak selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.
Malik bin Dinar Rohimahullah wafat pada tahun 130H/748M. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya dengan rahmat-Nya yang luas. Aamiin Allahumma aamiin. Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)