Kapan Awal Bulan Ramadan 2022M? Ini Kata Kemenag

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 25 Maret 2022 16:15 WIB
Ilustrasi penentuan awal bulan Ramadan 2022M. (Foto: Okezone)
Share :

DIREKTUR Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) Adib mengatakan pihaknya akan menggelar sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1443H pada Jumat 1 April 2022M sore.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sidang berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag. Sidang bakal didahului Seminar Pemaparan Posisi Hilal oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag.

Baca juga: Kemenag Gelar Rukyatul Hilal di 101 Titik Tentukan Awal Ramadhan, Ini Lokasinya 

Adib menjelaskan, sidang Isbat akan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil penghitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal.

Secara hisab, terang dia, semua sistem sepakat bahwa ijtimak menjelang Ramadan jatuh pada Jumat 1 April 2022M atau bertepatan dengan 29 Syaban 1443H, sekira pukul 13.24 WIB.

"Pada hari rukyat, 29 Syaban 1443H, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 1 derajat 6,78 menit sampai dengan 2 derajat 10,02 menit," papar Adib dalam keterangan yang diterima Okezone, Jumat (25/3/2022).

Baca juga: Simak Bacaan Zikir Petang Hari Ini, Jumat Berkah 25 Maret 2022M/22 Syaban 1443H 

Lantas, kapan awal Ramadan 1443H? Adib mengatakan masih menunggu hasil rukyatul (pemantauan) hilal.

"Kemenag telah menetapkan 101 lokasi titik rukyatul hilal di seluruh wilayah Indonesia. Rukyatul hilal tersebut akan dilaksanakan oleh Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota, bekerja sama dengan Peradilan Agama dan Ormas Islam serta instansi lain di daerah setempat,” terangnya.

"Hasil rukyatul hilal yang dilakukan ini selanjutnya akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat Awal Ramadan 1443H," lanjutnya.

Sementara Kepala Subdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag Ismail Fahmi mengatakan sidang isbat awal Ramadan 1443H akan dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat; Komisi VIII DPR RI; Mahkamah Agung; Majelis Ulama Indonesia (MUI); Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG); Badan Informasi Geospasial (BIG).

Lalu ada dari Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB); Planetarium; pakar falak dari ormas-ormas Islam, lembaga dan instansi terkait, anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag, serta pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren.

Baca juga: Apakah Tidurnya Orang yang Puasa Ramadan Benar-Benar Berpahala? 

Baca juga: Jumat Berkah, Yuk Kerjakan 8 Sunah Berpahala Sangat Besar Ini 

"Sidang akan digelar secara hybrid yakni daring dan luring. Sebagian peserta hadir di lokasi acara, sebagian mengikuti secara online melalui Zoom Meeting," jelasnya.

"Hasil sidang isbat akan disiarkan langsung oleh TVRI sebagai TV Pool dan juga RRI. Penyampaian hasil sidang isbat juga disiarkan secara langsung melalui media sosial Kementerian Agama," pungkasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya