Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna memastikan keamanan dan kesehatan pangan atau konsumsi calon jemaah haji selama di Tanah Suci. Hal ini ditandai dengan penyiapan nota kesepahaman antara Kemenag dan BPOM.
Menteri Agama Yaqut Cholil mengatakan kesehatan makanan jemaah perlu diperhatikan selama di Arab Saudi. Sebab, asupan gizi yang baik dapat menunjang kesehatan jemaah sehingga bisa beribadah dengan khusyuk.
Menag pun mengimbau kepada katering mengimbau katering di Tanah Suci untuk menggunakan bahan dan bumbu dari Indonesia. Tujuannya agar cita rasa masakan khas nusantara tidak banyak berubah.
"Terkadang makanan yang dikonsumsi jamaah sudah cukup kandungan gizinya. Namun distribusi makanan mungkin saja tidak tepat waktu sehingga makanan menjadi kurang sehat dan ini perlu diperhatikan, kami sangat bersyukur tim dari BPOM mengingatkan kami akan hal ini," ujar Menag.
(Angkasa Yudhistira)