Ia mengatakan, selain berdampak ke jamaah haji, perubahan jadwal pemulangan serta lokasi bandara akan berpengaruh pada penganggaran dan konsumsi.
"Jadi terkait banyak hal, jadi saya minta tegas saja sesuai dengan kontrak jadi maskapai penerbangan itu sesuai dengan kontrak. Saya enggak mau ada manuver-manuver lain di luar itu enggak tahu caranya karena ini terkait sekali lagi dengan jamaah bukan dengan yang lain-lain," tukasnya.
Seperti diketahui, operasional haji 1443 H/2022 M sudah memasuki hari ke-43. Saat ini, telah berlangsung fase pemulangan jamaah haji gelombang pertama dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Mulai 21 Juli 2022, jamaah haji yang berangkat pada gelombang kedua akan diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah.
(Angkasa Yudhistira)