Mereka merasakan kesedihan dan penyesalan yang sangat hebat karena tidak dapat menyembuhkannya. Mereka tertunduk diam tanpa kata, mengalirkan air mata, berpikir apa yang akan dapat mereka perbuat saat takdir Tuhan menjemput.
Ketika hati masing-masing dilanda kakalutan yang hebat, tiba-tiba Aminah terlihat membuka matanya. Wajah Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, Barakah, dan rombongan kafilah seketika berhias cahaya kebahagiaan.
Dengan tatapan yang lembut, Aminah memandangi Barakah, sesudah itu bibirnya berusaha mengatakan sesuatu di sela-sela napasnya yang terengah-engah. "Muhammad, wahai Barakah, aku tinggalkan ia di bawah penjagaanmu," ujarnya dengan nada berat, dikutip dari mui.or.id.
Sesudah menyelesaikan kalimatnya, Aminah kemudian menoleh ke arah putranya dan berkata dengan suara amat lirih, "Aku titipkan engkau kepada Allah, wahai anakku, Zat yang menghendakkimu sendirian tanpa ayah dan ibu semata-mata karena hal yang di ketahui oleh-Nya. Dialah Zat Yang Maha Pemurah. Dia akan menjaga serta melindungimu dengan kasih sayang ayah dan ibumu."
Kembali Aminah menoleh ke pembantunya. Dengan tatapan lemah ia kembali mengulangi perkataanya kepada Barakah, "Muhammad, wahai Barakah, engkau akan menggantikanku sebagai ibunya. Jagalah ia! Kembalilah ke Makkah bersamanya dan serahkan ia kepada kakeknya, Abdul Muthalib. Bukalah kedua matamu lebar-lebar. Awasi para penjahat yang selalu berkerumunan di sekitarnya di perkampungan bani Sa’ad dan Yastrib."
Kemudian Aminah menoleh kembali ke arah putranya, ia merasa ajalnya semakin dekat. Dengan detak jantung yang naik turun, ia berkata, "Tuhan telah memanggilku, anakku, dan aku akan memenuhi panggilan-Nya. Aku tidak bisa menunda lagi. Tuhan menghendaki aku berbaring di dekat ayahmu, untuk selamanya, seperti yang aku harapkan."
"Jangan kau lupakan ibumu yang di semayamkan di tengah-tengah padang pasir. Jangan kau lupakan ayahmu yang terbaring di Yastrib. Berhentilah sejenak untuk mendoakan kami ketika engkau sedang melakukan perjalanan ke Negeri Syam dengan membawa perniagaanmu yang besar, juga saat engkau kembali dari sana."
"Roh kami selalu bersamamu Muhammad, di saat engkau pergi dan pulang. Kami akan bahagia saat engkau berdiri di sisi kuburan, menyampaikan salam kepada kami. Ibumu dan juga ayahmu, wahai Muhammad."