Mereka ingin orang yang membacakan Alquran secara terang-terangan adalah sahabat yang keluarganya bisa melindunginya jikalau kaum musyrik berbuat jahat kepadanya.
Abdullah ibnu Mas'ud masih keukeh. Ingin menjadi pembaca Alquran di hadapan kaum musyrik Quraisy. Dia meyakinkan bahwa pelindungnya adalah Allah Subhanahu wa ta'ala. Para sahabat lainnya akhirnya menyetujui permintaan Abdullah ibnu Mas’ud tersebut.
Esok harinya Abdullah ibnu Mas'ud datang ke Maqam Ibrahim saat waktu dhuha. Ketika itu orang-orang musyrik Quraisy tengah duduk-duduk di sekitaran Kakbah. Di hadapan mereka, Abdullah ibnu Mas'ud langsung membacakan Surat Ar-Rahman dengan suara merdu nan lantang.
Beberapa orang terpesona ketika mendengar bacaan Alquran dari Abdullah ibnu Mas'ud. Setelah mendengar beberapa ayat, orang-orang Quraisy mulai sadar perihal apa yang dibaca Abdullah ibnu Mas'ud. Mereka kemudian mendatangi dan memukuli Abdullah ibnu Mas'ud.
Usai kejadian itu, Abdullah ibnu Mas'ud mendatangi para sahabat dengan muka babak belur dan berdarah. Apa yang dikhawatirkan para sahabat terhadap Abdullah ibnu Mas'ud menjadi kenyataan.
Akan tetapi, Abdullah ibnu Mas'ud tidak gentar sama sekali. Ia bahkan menawarkan diri lagi untuk membacakan Alquran secara terang-terangan di hadapan kaum musyrik keesokan harinya.