Dikatakan bahwa pendiri masjid, Ibrahim Ayuba al-Ansari, dimakamkan di tempat pohon itu tumbuh. Penduduk setempat mengatakan dia berasal dari Banu al-Najjar, suku yang sama dengan ibu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.
Dikutip dari laman About Islam, setiap tahun setelah musim hujan, warga Larabanga berkumpul dan memperbarui lumpur di bagian luar masjid dan mengecat ulang.
Cabang-cabang kayu berfungsi sebagai penanda untuk menunjukkan tingkat dan ketinggian setiap bagian bangunan selama proses ini.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)