MAKKAH – Jamaah haji Indonesia dipastikan mendapatkan layanan transportasi Bus Shalawat selama 24 jam penuh untuk mobilitas dari hotel menuju Masjidil Haram. Operasional bus ini menggunakan sistem trayek yang terintegrasi dengan halte-halte yang ditempatkan tepat di depan atau di area hotel dengan kapasitas besar.
Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal, mengimbau jamaah segera mengenali nomor rute dan warna stiker bus yang telah disiapkan sejak tiba di hotel.
"Kami menyediakan bus Shalawat 24 jam, jamaah silakan keluar dari hotelnya masing-masing menuju halte terdekat," kata Ihsan di Makkah, dikutip Minggu (26/4/2026).
Pemerintah menempatkan terminal pemberhentian akhir yang berbeda di sekitar Masjidil Haram untuk menghindari penumpukan, seperti Terminal Syib Amir dan Terminal Jiad. Jamaah diharapkan disiplin menggunakan bus yang sama saat berangkat maupun pulang agar tidak tersesat di tengah kepadatan Kota Suci.
"Edukasi ke jamaah penting. Mereka harus tahu nomor bus atau rutenya agar saat kembali dari Haram bisa naik bus yang sama," jelas Ihsan menyoroti pentingnya literasi transportasi bagi jamaah.
Jika terjadi kendala salah arah, jamaah diminta segera menghubungi petugas yang bersiaga di setiap halte dan terminal.
(Erha Aprili Ramadhoni)