Kisah Mubarak Pemuda Miskin namun Salih yang Dapat Istri Cantik dan Mertua Kaya Raya

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 17 Desember 2022 10:17 WIB
Ilustrasi kisah Mubarak pemuda miskin namun salih menikah dengan wanita cantik kaya raya. (Foto: Unsplash)
Share :

Setelah segenggam anggur didapatkan, Mubarak memberikan kepada tuannya. Semua anggur yang ia petik ternyata masam. Nuh pun menyuruhnya memetik seganggam lagi. Namun hal serupa terjadi, semua anggur masam.

Nuh heran dan berkata kapada budaknya. "Mubarak, dari anggur sebanyak ini, kenapa kamu tidak bisa membedakan mana yang manis dan mana yang masam?"

"Maaf, Tuan. Hamba benar-benar tidak tahu mana yang manis dan mana yang masam," jawab Mubarak.

"Kau ini bagaimana? Sudah satu bulan penuh kau mengurus kebun ini, tapi membedakan jenis anggur saja tidak bisa."

"Benar, Tuan. Hamba memang tidak bisa membedakan rasanya."

"Kau kan bisa mencicipinya agar tahu mana yang manis dan mana yang masam."

"Maaf, Tuan. Anda hanya memerintahkan hamba untuk menjaganya, bukan mencicipi. Hamba tidak ingin mengkhianati Anda."

Mendengar jawaban Mubarak, Nuh tertegun dan tahu bahwa budaknya adalah pemuda yang cerdas dan memiliki moral luhur.

"Wahai anak muda, aku sangat senang dengan prinsipmu. Sekarang aku punya satu perintah untukmu."

"Apa pun perintahnya, akan hamba turuti, Tuan."

"Aku punya putri yang sangat cantik. Sudah banyak laki-laki penting dan kaya raya yang datang untuk melamar, tapi belum juga aku menentukan pilihan. Apakah kamu punya saran untukku?"

Mubarak lalu menjawab seperti ini:

إن الكفار في زمن الجاهلية كانوا يريدون الأصل والنسب والبيت والحسب واليهود والنصارى يطلبون الحسن والجمال وفي عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم كان الناس يطلبون الدين والتقى. أما وفي زماننا هذا فالناس يطلبون المال فاختر من هذه الأربعة ما تريد

Artinya: "Dalam memilih menantu, dulu orang-orang kafir zaman jahiliah melihat siapa orangtuanya, bagaimana reputasinya, seperti apa rumahnya, dan berapa besar kekayaannya. Sementara umat Yahudi dan Nasrani melihat sejauh mana kecantikan dan kemolekannya. Pada zaman Rasulullah sendiri yang jadi pertimbangan adalah kualitas agama dan ketakwaannya. Pada zaman kita sekarang, kekayaan menjadi prioritas utama. Silakan, tuan pilih di antara empat ini." 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya