MADINAH - Deretan koper bersarung (cover) warna merah putih milik jamaah haji Indonesia satu per satu keluar pemeriksaan x-ray. Dengan sigap, beberapa beberapa orang yang disebut Al Wukala mengangkat ke atas troli.
Setelah tertata lima koper, troli itu didorong ke luar dari terminal haji Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Selasa (31/5/2023).
Sementara di sisi yang lain, petugas yang tergabung dalam seksi transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Bandara membantu menurunkan koper jamaah haji. Kemudian memberikannya kepada jamaah untuk dibawa ke bus. Pemandangan ini berulang ketika jamaah haji tiba di bandara AMAA Madinah.
"Kami harus memastikan tidak ada koper atau apapun barang jamaah haji yang tertinggal di bandara," kata Kasektor Daker Bandara Iskandar M Noer kepada Media Center Haji (MCH) 2023.
Iskandar menjelaskan, perjalanan koper jamaah haji di bandara dimulai sejak jamaah turun dari pesawat. Setidaknya ada dua koper yang menyertai jamaah. Pertama adalah koper besar yang masuk ke dalam bagasi, dan koper kecil dibawa ke kabin.
Saat pesawat mendarat di bandara, koper besar dan kursi roda jika ada jamaah yang membawa akan langsung diangkut Wukala untuk dimasukkan ke dalam mobil ekspedisi untuk di antara ke penginapan jamaah. Sehingga jemaah tidak perlu antre di pengambilan bagasi bisa memakan waktu cukup lama yang bisa jadi akan melelahkan untuk jamaah lansia.
Sebelum mobil ekspedisi berangkat, dikatakan Iskandar, petugas transportasi harus memastikan jumlah kopernya sama dengan manifest.
"Jika ada perbedaan akan dikonfirmasi ke pihak maskapai sampai ada kejelasan untuk dibuat berita acara," tambah Iskandar.
Khusus jamaah yang membawa kursi roda, Iskandar menyarankan agar diberikan identitas dengan jelas. Seperti nama, alamat, kloter, embarkasi dan nomor telpon untuk memudahkan dalam pengelompokan. Karena kursi roda dan jamaah tidak keluar bersamaan. Jamaah berkebutuhan khusus akan menggunakan kursi roda dari maskapai saat keluar dari area bandara.
Sedangkan untuk koper berukuran sedang yang berselimut warna merah putih, dibagi menjadi dua. Untuk jamaah lansia, koper akan diantarkan ke bus yang membawa kelompok terbang (kloter) yang membawa ke hotel. Sedangkan jamaah biasa membawa kopernya sendiri ke bus.
"Jika ada koper yang tertinggal akan kami kelompokkan dan kemudian disusulkan ke tempat jamaah menginap," tambah Iskandar.
Pihaknya menegaskan, koper jamaah haji akan aman dan bisa sampai ke tempat mereka menginap. Sejauh ini, lanjut Iskandar, belum ada barang atau koper jamaah haji yang disita.
Meski ada beberapa koper jamaah yang minta untuk dibuka, tapi setelah diberikan penjelaskan langsung diizinkan untuk dibawa. Terkait jimat? "Alhamdulillah tidak ada," kata Iskandar.
(Dani Jumadil Akhir)