Khusus jamaah yang membawa kursi roda, Iskandar menyarankan agar diberikan identitas dengan jelas. Seperti nama, alamat, kloter, embarkasi dan nomor telpon untuk memudahkan dalam pengelompokan. Karena kursi roda dan jamaah tidak keluar bersamaan. Jamaah berkebutuhan khusus akan menggunakan kursi roda dari maskapai saat keluar dari area bandara.
Sedangkan untuk koper berukuran sedang yang berselimut warna merah putih, dibagi menjadi dua. Untuk jamaah lansia, koper akan diantarkan ke bus yang membawa kelompok terbang (kloter) yang membawa ke hotel. Sedangkan jamaah biasa membawa kopernya sendiri ke bus.
"Jika ada koper yang tertinggal akan kami kelompokkan dan kemudian disusulkan ke tempat jamaah menginap," tambah Iskandar.
Pihaknya menegaskan, koper jamaah haji akan aman dan bisa sampai ke tempat mereka menginap. Sejauh ini, lanjut Iskandar, belum ada barang atau koper jamaah haji yang disita.
Meski ada beberapa koper jamaah yang minta untuk dibuka, tapi setelah diberikan penjelaskan langsung diizinkan untuk dibawa. Terkait jimat? "Alhamdulillah tidak ada," kata Iskandar.
(Dani Jumadil Akhir)