13 Jamaah Haji yang Sakit di Madinah Dievakuasi ke Makkah Pakai Ambulans

Maruf El Rumi, Jurnalis
Jum'at 09 Juni 2023 17:18 WIB
Jamaah Haji Sakit Dievakuasi (Foto: MCH 2023)
Share :

JEDDAH - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah mulai melakukan evakuasi terhadap jamaah haji sakit yang tidak bisa pergi menggunakan bus.

Mulai hari ini, jamaah haji pasien Klinik Kesehatan Indonesia (KKHI) Madinah diberangkatkan ke Makkah dengan ambulans.

Total ada 13 jamaah harus dievakuasi dengan ambulans karena tidak memungkinkan berangkat bersama lainnya menggunakan bus.

Penanggung jawab evakuasi KKHI Madinah Rikho Ade Putra mengatakan, evakuasi 13 pasien sakit menuju Makkah pemberangkatannya akan dimulai Jumat pagi waktu Arab Saudi sampai batas akhir 16 Juni 2023.

"Evakuasi pasien sakit dengan ambulans ini dilakukan karena kelompok terbang (kloter) mereka sudah berangkat ke Makkah lebih awal," katanya saat pemberangkatan pasien kepada Media Center Haji, Jumat (9/6/2023).

Keberangkatan perdana sudah dilakukan Jumat pagi. Dua jamaah haji yang dirawati di KKHI diberangkatkan ke Makkah dari Madinah menggunakan ambulans. Mereka adalah pasien dari Embarkasi KNO 003 karena sakit stroke dan lansia berusia 88 tahun dari Embarkasi PLM 002 pasien jantung dan infeksi paru.

"Ada satu pasien yang didampingi istrinya. Jadi di mobil ambulans ada satu pasien berbaring, lainnya duduk yakni satu pasien lainnya, istrinya, dan ada masing-masing satu dokter dan perawat, serta sopir," katanya.

Malam harinya, pasien sakit yang akan dievakuasi berjumlah tiga pasien. Mereka berasal dari Embarkasi BTJ 004 (lansia usia 62 tahun karena infeksi di kaki juga obesitas); pasien dari Embarkasi BTJ 004 (berusia 80 tahun); dan pasien Embarkasi KNO 001 karena sakit paru).

Dijelaskannya, dalam satu hari akan ada dua kali pemberangkatan karena mobil ambulans hanya ada satu kendaraan. Sementara perjalanan dari Madinah ke Mekkah dibutuhkan lima jam, sehingga pulang pergi 10 jam belum ditambah istirahat, sehingga sehari hanya dua pemberangkatkan pagi dan malam.

"Mereka (pasien yang dievakuasi) paling banyak sakit jantung dan paru-paru. Mereka lansia semua," ungkapnya.

Sebelumnya, Kadaker Madinah Zaenal Muttaqin menjelaskan, jamaah haji yang masih menjalani perawatan kesehatan di KKHI atau rumah sakit Arab Saudi di Madinah akan dibawa ke Makkah dengan ambulans. Skenario itu dilakukan jika sampai tanggal 16 Juni jamaah bersangkutan masih belum mendapatkan izin pulang karena alasan kesehatan.

Pada tanggal itu, semua jamaah haji akan diberangkatkan ke Makkah untuk mulai menjalani rangkaian ibadah haji. "Jadi paling telat, jamaah haji berada di Madinah sampai 16 Juni. Setelah itu semua jamaah sudah berada di Makkah, termasuk yang masih menjalani rawat inap," kata Zaenal.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya