MAKKAH - Daftar jemaah haji meninggal di Makkah memperlihatkan tren naik. Dari 53 jemaah haji yang meninggal, 26 di antaranya terjadi di Makkah. Sisanya 1 jemaah meninggal di Jeddah, sisanya wafat di Madinah.
Untuk jemaah yang meninggal di Madinah, sebagian besar dimakamkan di pemakaman Baqi dan disholatkan di masjid Nabawi. Sedangkan jemaah yang meninggal di Makkah tidak semuanya disholatkan di Masjidil Haram.
"Tidak semua disholatkan di Masjidil Haram. Tergantung keluarga," kata Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Khalilurahman saat ditemui di Makkah, Arab Saudi, Senin (12/6).
Dia mengatakan, jenazah jamaah haji Indonesia sepenuhnya akan diurus oleh pemerintah Arab Saudi, baik yang meninggal di rumah sakit, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), ataupun pemondokan.
Prosedurnya, jika ada jamaah yang meninggal di pemondokan yang harus dilakukan PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Kloter atau Arab Saudi melaporkan ke hotel. Nanti pihak hotel akan melaporkan ke maktab atau markaz.
Pihak maktab baru akan menindaklanjuti setelah meminta dan mendapatkan Certificate of Death (COD) atau surat kematian dari tenaga kesehatan Indonesia.
"Baru setelah mendapat COD, maktab akan mengurus pemandian, pengafanan, penshalatannya, sampai penguburannya. Semua diurus pihak maktab dan gratis," tambahnya.
Pihak maktab pula yang memberikan kesempatan jenazah untuk dishalati di Masjidil Haram jika ada permintaan dari pihak keluarga jamaah yang wafat itu. Mereka juga mempersilakan bila ada pihak keluarga yang mendampingi, baik saat dishalatkan maupun pemakaman. Untuk pemakaman, jemaah wafat dimakamkan di kompleks pemakaman Sharaya berjarak 18 kilometer dari Masjidil Haram.
(Fakhrizal Fakhri )