JEDDAH - Puncak ibadah haji adalah saat melakukan kegiatan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pelaksanaan Armuzna, jamaah haji harus menyiapkan fisik dan mental agar seluruh rukun wajib haji bisa dilaksanakan dengan lancar.
Koordinator Promosi Kesehatan Rahmat Kurniadi pada penyuluhan di sektor 5 mengatakan, pemberian edukasi kepada jamaah tentang pentingnya dari jamaah haji bahwa fase Armuzna diperlukan persiapan kesehatan dan mental.
“Untuk itu supaya tetap sehat, tim promosi kesehatan menyelenggarakan edukasi mengenai tips sehat menjelang armuzna," kata Rahmat kepada Media Center Haji (MCH), Selasa (13/6/2023).
Selain itu, lanjut Rahmat, jamaah juga saling mengingatkan untuk saling membantu. Terutama, membantu jamaah haji Lansia, Risti dan disabilitas. Perlu adanya peran aktif ketua regu, ketua rombongan, dan ketua kloter untuk monitor kondisi jamaah haji yang Risti di kloter masing-masing.
“Jamaah haji jangan lupa agar selalu berdoa agar diberikan kelancaran dalam ibadah saat Armuzna, diberikan kesehatan, dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur," tandasnya.
Berikut ini 7 tips kesehatan jelang Armuzna yaitu
1. Kurangi aktivitas fisik yang berlebihan seperti memaksakan diri untuk ziarah, umrah sunah, beribadah di Masjidil Haram terutama bagi jemaah yang berisiko tinggi (Risti).
2. Waspada pada cuaca panas di Makkah yang tinggi potensi jemaah menjadi dehidrasi. Selain dehidrasi, cuaca panas juga dapat membuat psikologi orang terpengaruh. Karena itu, jamaah haji diimbau rutin minum dan tanpa menunggu haus. Jika bepergian meninggalkan penginapan, dianjurkan untuk membawa air. Khusus jemaah haji Risti disarankan mengonsumsi satu oralit per hari untuk menjaga elektrolit yang ada di tubuh.
3. Makan pada waktunya. Mengingat aktifitas ibadah bagi jamaah haji sangat padat, maka jamaah haji disarankan saat meninggalkan penginapan juga membawa makanan. Hal ini dapat mengantisipasi jika saat bepergian hingga lewat waktu makan, maka dapat mengonsumsi makanan yang dibawa.