Tekan Angka Jamaah Haji Meninggal, Tim Kesehatan Buka Layanan di Hotel

Maruf El Rumi, Jurnalis
Kamis 15 Juni 2023 13:28 WIB
Direktur Bina Haji Arsad Hidayat (Foto: Maruf/MCH 2023)
Share :

JEDDAH - Inovasi layanan dilakukan tim kesehatan haji Indonesia. Untuk memudahkan kontrol kesehatan jamaah haji, mereka membuka layanan satelit di hotel-hotel tempat jamaah haji menginap. Langkah ini diharapkan bisa menekan risiko kematian jemaah haji.

Sampai hari ini, Kamis (15/6/2023) pukul 09.00 WAS jumlah jamaah haji meninggal mencapai 62 jamaah. Angka tersebut tersebar di Madinah, Jeddah dan Makkah. Angka ini tertinggi dalam 5 tahun terakhir sejak 2016.

Di tempat tersebut, jamaah bisa melakukan cek kesehatan seperti tensi darah untuk memastikan kondisi mereka setelah atau sebelum aktivitas.

"Biasanya jamaah bisa ke layanan setelah keluar sehingga mereka bisa tahu kondisi kesehatannya," kata Direktur Bina Haji Arsad Hidayat di Bandara Jeddah, Rabu (14/6/2023).

Dikatakan Arsad, sebelumnya masih-masing wilayah kerja memiliki Klinik Kesehatan, tapi bisa jadi karena jarak yang lumayan jauh membuat mereka enggan ke sana. Dengan adanya klinik satelit, mereka cukup turun ke lantai paling bawah tempat menginap untuk memeriksakan kesehatannya.

Jamaah tidak perlu ke kesehatan sektor karena sudah ada di hotel. '"Ini adalah langkah positif, maju untuk salah satunya menekan angka kematian. Tenaga kesehatan melakukan antisipasi kegawatdaruratan," tambah Arsad.

Bidang Kesehatan Daker Makkah melaksanakan pertemuan evaluasi dan penguatan kegawatdaruratan kesehatan haji di daker Makkah. Kegiatan ini dilaksanakan sejak 12 Juni hingga 14 Juni 2023 di seluruh sektor yang ada di daker Makkah. Seluruh tenaga kesehatan haji kloter dan EMT wajib ikut serta dalam acara ini.

Sementara itu, Koordinator Emergency Medical Team (EMT) Agus Sultoni menyampaikan mengenai pelayanan kesehatan haji berjenjang. Pelayanan berjenjang diberikan berdasarkan pemilahan kasus yang terjadi.

Terdapat tiga tingkat dalam triase yakni hijau untuk kasus kegawatdaruratannya ringan, kuning untuk kasus yang sifat kegawatdaruratannya menengah dan merah untuk kasus yang kegawatdaruratannya sangat tinggi.

Pelayanan tingkat pertama untuk jemaah haji dilaksanakan oleh tenaga kesehatan haji (TKH) yang ada di kloter. Selanjutnya untuk penanganan kasus dengan triase kuning dapat dilakukan di pos Kesehatan sektor yang operasionalnya dilakukan oleh Emergency Medical Team (EMT).

Untuk kasus dengan triase kuning TKH perlu merujuk jamaah haji sakit ke pos kesehatan sektor untuk diobservasi dan diputuskan apakah membutuhkan perawatan lebih lanjut sesuai kegawatdarutannya.

"Jika terdapat keterbatasan dalam penanganan di poskes sektor, maka kasus dengan triase kuning bisa dirujuk ke KKHI. Dalam hal ini, TKH juga dapat langsung merujuk jamaah haji sakit langsung ke KKHI," kata Agus.

Untuk kasus dengan triase merah, TKH harus segera merujuk jamaah haji sakit ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) untuk mendapatkan penanganan segera dan cepat.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya