Lebih lanjut, Asep menyatakan, pihaknya akan bernegosiasi dengan otoritas Arab Saudi terutama di Makkah agar bus shalawat jamaah Indonesia itu bisa kembali dipasang stiker Garuda. Sebab, penanda khusus itu sangat besar manfaatnya. Sebab kalau tanda Garuda dihilangkan dari bus, selain membingungkan jemaah haji Indonesia, juga berpotensi dimasuki jamaah haji dari negara lain karena tidak ada tanda khusus.
Keluhan tentang pencopotan stiker juga terjadi di Bandara King Abdulazis, Jeddah. Petugas harus jeli meneliti bus yang akan mengangkut jamaah haji Indonesia ke Makkah. Sebab, bus khusus jamaah haji Indonesia tak lagi boleh dipasangi stiker yang menandakan jamaah haji Indonesia.
“Larangan penempelan stiker ini cukup menyulitkan. Tak hanya kami yang bertugas di Bandara Jeddah, tapi menyulitkan petugas penerima jamaah haji yang di hotel,” kata Kepala Seksi (Kasi) Transportasi Daker Bandara Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Syamsurizal.
(Dani Jumadil Akhir)