Ketiga, jamaah haji diimbau untuk minum sebelum haus. Untuk jamaah haji dengan gangguan jantung berat harus mematuhi takaran air yang dapat dikonsumsi sesuai anjuran dokter.
Keempat, jamaah haji harus mengatur ritme atau pola aktifitas harian selama ibadah haji. Hal ini bertujuan agar jamaah haji tidak kelelahan dan bisa mempersiapkan diri lebih baik menjelang puncak ibadah haji atau prosesi Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
"Jamaah haji perlu mewaspadai tanda-tanda serangan jantung seperti tiba-tiba merasa nyeri hebat di dada sebelah kiri, sesak nafas, kelelahan ekstrem, keringat dingin dan nyeri ulu hati. Jika jamaah haji mengalami tanda-tanda seperti ini, segeralah meminta bantuan tenaga kesehatan terdekat," pungkas Muhaimin.
(Dani Jumadil Akhir)