MAKKAH - Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan layanan petugas haji yang jadi titik fokus adalah saat puncak haji yang akan dimulai 27 Juni di Arafah saat wukuf. Tapi, sejauh ini, Menag menilai peran dan kehadiran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sangat dirasakan jamaah haji.
Dikatakan Menag, PPIH menjadi ujung tombak dan tulang punggung, suksesnya tidaknya pelayananan haji tahun ini. Menurutnya, bantuan dan layanan yang diberikan petugas menjadi penting dalam berbagai tahapan ibadah haji yang dijalani jamaah, khususnya saat pelaksanaan Armina yang diharapkan dapat terus membantu, mengawasi dan melayani jamaah.
“Tadi saya bertemu dan mewawancarai beberapa jamaah yang sepuh (lansia). Alhamdulillah, keberadaan petugas sangat membantu mereka (jamaah) dalam beribadah. Jadi, menurut kami ini sangat luar biasa dan saya atas nama pribadi dan menteri agama sangat mengapresiasinya,” kata Menag kepada Media Center Haji (MCH).
BACA JUGA:
Gus Yaqut sapaan akrab Menag mengingatkan bahwa pelayanan terhadap jamaah harus terus dilakukan hingga proses haji selesai seluruhnya. Apalagi, titik fokus layanan yang paling penting dalam tahapan haji adalah ketika Armina nanti. Begitu juga dengan layanan ketika jamaah selesai Armina dan dalam proses kembali ke Tanah Air untuk jemaah gelombang pertama dan bertolak ke Madinah untuk jemaah gelombang kedua.
Gus Yaqut juga meyakini dan mendoakan seluruh bantuan dan keikhlasan dari semua layanan yang diberikan ke jemaah akan menjadi amal saleh dan dicatat kebaikan di tanah mulia ini. "Jadi sudah sewajarnya kita sebagai petugas bersikap dengan jemaah seperti keluarga sendiri,” urai Gus Yaqut.
Menag juga memberikan banyak apresiasi atas dedikasi petugas haji. Dalam kesempatan tersebut, Menag meminta petugas menjaga keistiqomahan dalam melayani para dhuyufurrahman. Para petugas diminta tetap kondisi fisik tetap jaga asupan, jaga kekompakan, dan atur waktu istirahat.
Tenaga petugas sangat dibutuhkan untuk dapat selalu prima dalam pelayanan. "Teriring doa, semoga Allah senantiasa mengiringi langkah pengabdian Bapak Ibu sekalian. Jadikanlah kesempatan menjadi pelayan tamu Allah ini sebagai momentum meraih kemabruran. Pengabdian kita, ibadah kita," harap Menag.
(Dani Jumadil Akhir)