Situasi ini sama dengan terkait Jumat terakhir jelang puncak haji. Dia juga menyarankan memanfaatkan masjid sekitar, tidak harus ke Masjidil Haram.
"Sebaiknya para jamaah karena bus Shalawat sudah dikurangi, shalatlah ke masjid terdekat atau di hotel yang menyediakan masjid untuk shalat Jumat," kata pengasuh Pondok Pesantren Darul Musthafa Jakarta ini.
Apalagi, katanya, para ulama berpendapat bahwa shalat di Tanah Haram, terutama masjidnya di seluruh Tanah Haram, itu sama seperti shalat di Masjidil Haram. Kiai Zulfa mengaku mendasarkan pernyataan ini pada kitab karya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki.
"Dalam Islam kita harus memahami skala prioritas karena haji intinya Armina maka sebaiknya para jamaah terkait salat Jumat, salat lah di masjid terdekat atau di hotel yang menyediakan," pesan Kiai Zulfa.
(Dani Jumadil Akhir)