MAKKAH - Imam Syafii pelan-pelan menuruni undakan ke jalan setelah menyelesaikan wudhunya. Dibantu kruk di kanan di kirinya, Imam merupakan salah satu jamaah disabilitas yang berangkat ke Tanah Suci Tahun ini.
Imam menggunakan kruk karena kaki kirinya tidak lagi sempurna. Untuk membantu aktivitasnya, Imam menggunakan kruk dan kaki palsu.
"Kata dokter kaki saya harus diamputasi karena penyakit gula. Saat itu kaki saya luka tapi ga sembuh-sembuh. Kata dokter harus diamputasi agar tidak makin menjalar," katanya kepada Media Center Haji (MCH).
Amputasi itu dilakukan pada 2021 atau 2 tahun sebelum keberangkatannyan tahun ini. Dia merasa ragu saat akan berangkat karena kondisinya. Tapi atas saran teman dia kemudian membeli kaki palsu.
Setelah membeli kaki palsu. dia memantapkan berangkat menunaikan ibadah haji. Selama di Arab Saudi jamaah berusia 58 tahun itu merasa beruntung karena mendapat dukungan dan bantuan dari teman temannya, baik satu regu atau kloter.
Dia juga terbantu dengan kehadiran petugas, sehingga tidak penah sepi meski harus pergi sendiri tanpa keluarga.
"Tapi saya tidak mau selalu bergantung pada teman-teman. Apalagi di sini saya justru merasa kuat," kata pria asal Bojonegoro.