JEDDAH - Pemeriksaan berlapis yang dilakukan pihak maskapai udara terkait barang bawaan jamaah haji membuat peluang jamaah membawa barang melebihi ketentuan ke dalam kabin sulit dilakukan.
Lolos di pemeriksaan plaza Bandara King Abdul Aziz namun belum tentu lolos saat akan naik ke dalam pesawat.
Jamaah haji yang akan pulang ke Tanah Air harus benar-benar memilih dan memilah barang bawaan yang akan dibawa pulang ke Indonesia karena batasan ketat dari pihak maskapai.
Pertama untuk barang bawaan bagasi, sudah dipatok seberat 32 kg, dan tidak bisa diakumulasi. Artinya, satu koper besar jamaah maksimal 32 kg, kurang boleh, lebih jangan.
Jika kurang dari 32 kg, tidak bisa ditambah dengan tas atau koper lain agar genap 32 kg.
"Waktu saya rapat dengan maskapai, tidak ada istilah akumulasi. Jadi hanya satu koper tersebut, kalau misalnya kurang, ya kenapa kurang," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Haryanto kepada Media Center Haji (MCH) di Jeddah, Senin (3/7) malam waktu Arab Saudi.
Demikian dengan barang bawaan untuk kabin, pemeriksaan sangat ketat. Setelah tiba di bandara Jeddah, jamaah akan istirahat sebentara di plaza. Istirahat sebentar, petugas dari maskapai akan melihat melihat lihat barang bawaan jamaah.