JEDDAH - Pergerakan data jamaah haji yang sakit dan meninggal masih terus mengalami perubahan. Kondisi kesehatan jamaah haji yang dirawat juga mengalami naik turun.
Bahkan tak jarang, jamaah haji yang sudah berada di bandara harus menunda kepulangan karena tiba tiba sakit sehingga harus dirujuk ke Pos kesehatan bandara atau rumah sakit di Jeddah.
Seperti terlihat dalam data jamaah yang sedang menjalani rawat inap. Sampai Minggu (16/7) pagi, pukul 09.00 WAS, jumlah jamaah haji sakit mencapai angka 330 jamaah.
Dengan jumlah tertinggi berada di Makkah sebanyak 257 jamaah, Madinah (55) dan Jeddah (18). Jika dibandingkan dengan fase kedatangan, ada peningkatan jumlah jamaah rawat inap di Jeddah dibandingkan saat saat pemulangan.
Sebagian besar jamaah dirawat di RS Arab Saudi sebanyak 218 orang dan 112 di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi 2023 Muhammad Imran mengatakan keluarga di Tanah Air bisa memantau kondisi jamaah sakit melalui aplikasi telejemaah.
“Data dari telejamaah ini merupakan hasil Tim visitasi KKHI yang setiap hari melihat langsung kondisi jamaah di RSAS," kata Imran kepada Media Center Haji.
Imran mengakui pihak KKHI menerima banyak pertanyaan baik dari keluarga di Aanah Air maupun tenaga kesehatan haji kloter (TKHK) mengenai kondisi jamaah haji sakit di RSAS.
"Keluarga jamaah haji untuk pantau melalui aplikasi telejemaah," ucap Imran.
Aplikasi telejemaah tersedia di playstore sehingga memudahkan bagi jamaah maupun keluarga melakukan instal di ponsel berbasis android. Jika ingin memantau kondisi jamaah dirawat, tinggal memasukkan memasukan nomor porsi jamaah.