Kenapa Tidak Boleh Menyebut Nama Allah di Kamar Mandi?

Hantoro, Jurnalis
Rabu 06 September 2023 12:06 WIB
Ilustrasi alasan tidak boleh menyebut nama Allah di kamar mandi. (Foto: Shutterstock)
Share :

KENAPA tidak boleh menyebut nama Allah di kamar mandi? Simak jawabannya berikut ini secara jelas. Sangat penting diketahui setiap Muslim.

Sebagaimana telah Okezone himpun, umat Islam dilarang melafadzkan nama Allah Subhanahu wa Ta'ala atau mengenakan sesuatu yang memiliki nama Allah Ta'ala terukir di atasnya saat berada di kamar mandi atau toilet.

Banyak pendapat terkait hal tersebut, karena seringkali seorang Muslim melafadzkan nama Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam bacaan "Bismillah" ketika wudhu atau dalam kondisi lainnya di kamar mandi.

Pergi ke toilet sambil membawa sesuatu yang ada nama Allah Subhanahu wa Ta'ala di atasnya seperti cincin, gelang, kalung, dan lain-lain tidak dianjurkan karena nama Allah Ta'ala yang harus dipuja.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pun biasa melepas cincinnya setiap kali pergi ke kamar mandi. Sebab di cincin itu terukir nama Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Hukumnya makruh menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala di tempat buang air. Ini untuk menghormati nama Allah Ta'ala agar nama-Nya tidak disebut di lokasi najis yang merupakan tempat tinggal setan. 

Imam An-Nawawi dalam kitab "Al Adhkaar", halaman 21–22, menjelaskan bahwa makruh berdzikir dan berbicara ketika buang air besar, baik di padang pasir maupun di dalam bangunan. Semua jenis dzikir dan ucapan adalah sama dalam hal ini, kecuali dalam keadaan darurat.

Beberapa sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bahkan mengatakan jika seseorang bersin di kamar mandi, maka tidak boleh mengatakan "Alhamdulillah" dan tidak boleh mengatakan "Yarhamuk-Allaah" kepada orang yang bersin. Tidak juga membalas salam atau menanggapi muadzin ketika berada di kamar mandi.

Semua itu makruh, tapi tidak haram. Jika seseorang bersin dan memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam hatinya tanpa menggerakkan lidah, maka tidak mengapa. Hal yang sama berlaku saat berhubungan intim.

"Dan kami meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata: Seorang pria melewati Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) ketika dia sedang buang air kecil dan menyapanya dengan salam, tetapi dia tidak membalas salam." (HR Muslim dalam kitab Shahihnya, 370)

"Dan diriwayatkan bahwa Al-Muhaajir bin Qunfudh (semoga Allah meridhoi dia) berkata: Aku datang kepada Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) ketika dia sedang buang air kecil dan menyapanya dengan salam, tetapi dia tidak kembali. Salam sampai dia berwudhu, lalu dia meminta maaf kepadaku dan berkata: Aku tidak suka menyebut nama Allah kecuali aku dalam keadaan suci." (Sebuah hadits shahih diriwayatkan Abu Dawud, An-Nasa'I, dan Ibnu Majah dengan sanad shahih) 

Berdasarkan hal tersebut, maka jika tempat wudhu, berada di dalam kamar mandi, yang merupakan tempat buang air besar dan tidak digunakan untuk berwudhu saja, maka makruh menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala di tempat tersebut, meskipun itu adalah diperintahkan untuk mengucapkan Bismillah (ketika berwudhu).

Beberapa ulama mengatakan bahwa seseorang harus mengucapkan "Bismillah" di dalam hati tanpa mengucapkannya di lidahnya.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan dalam kitab As-Sharh Al-Mumti (1/130):

Jika seseorang di kamar mandi, maka Imam Ahmad berkata: Jika seseorang bersin, dia harus memuji Allah di dalam hatinya. Dapat ditarik kesimpulan dari riwayat ini bahwa dia juga harus mengucapkan Bismillah di dalam hatinya.

Ulama lainnya berpendapat bahwa kemungkinan besar masih dianjurkan mengucapkan Bismillah. Mereka berkata, "Dia harus mengatakannya dengan lantang dan tidak makruh di tempat ini."

Allahu a'lam

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya