Untuk itu Allah SWT memberikan manusia kebebasan untuk memilih dan bertindak dengan ikhtiar. Serta menggunakan kebebasan ini dengan bijak dan bertanggung jawab, serta melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Berikut ini beberapa alasan manusia harus berikhtiar:
1. Terhindar perbuatan syirik
Dijelaskan dalam buku La Tahzan Innallaha Ma'ana oleh K H Choer Affandi, meyakinan bahwa ikhtiar dapat membuahkan hasil menyebabkan kita tidak terjerumus pada perbuatan syirik.
2. Agar ingat karunia Allah SWT
Selain itu, karunia Allah SWT akan datang kepada mereka yang senantiasa berusaha dengan bersungguh-sungguh dalam berikhtiar. Hal ini dijelaskan dalam surat An Nisa ayat 32,
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗوَسْـَٔلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
Arab latin: Wa lā tatamannau mā faḍḍalallāhu bihī ba'ḍakum 'alā ba'ḍ(in), lir-rijāli naṣībum mimmaktasabū, wa lin-nisā'i naṣībum mimmaktasabn(a), was'alullāha min faḍlih(ī), innallāha kāna bikulli syai'in 'alīmā(n).
Artinya: "Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu."