KOMIKA Abdur Arsyad mengungkapkan selalu mengalami momen emosional saat menceritakan kisah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.
Dalam ceritanya, Abdur Arsyad berbicara tentang momen ketika mendengar hadits yang menyebutkan umat manusia yang paling dirindukan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam adalah mereka yang hidup di akhir zaman. Ini memengaruhi pandangannya terhadap agama dan kehidupannya.
Terdapat hadits dalam shahih Muslim, dari Anas, ia berkata, suatu saat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di sisi kami dan saat itu beliau dalam keadaan tidur ringan (tidak nyenyak). Lantas beliau mengangkat kepala dan tersenyum.
Kami pun bertanya, "Mengapa engkau tertawa, wahai Rasulullah?" "Baru saja turun kepadaku suatu surat," jawab beliau. Lalu beliau membaca:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah sholat karena Rabbmu; dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus." (QS Al Kautsar: 1–3)
Kemudian beliau berkata, "Tahukah kalian apa itu Al Kautsar?" "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui," jawab kami.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
فَإِنَّهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ هُوَ حَوْضٌ تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ آنِيَتُهُ عَدَدُ النُّجُومِ فَيُخْتَلَجُ الْعَبْدُ مِنْهُمْ فَأَقُولُ رَبِّ إِنَّهُ مِنْ أُمَّتِى. فَيَقُولُ مَا تَدْرِى مَا أَحْدَثَتْ بَعْدَكَ
"Al Kautsar adalah sungai yang dijanjikan oleh Rabbku 'Azza wa Jalla. Sungai tersebut memiliki kebaikan yang banyak. Ia adalah telaga yang nanti akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat nanti. Bejana (gelas) di telaga tersebut sejumlah bintang di langit. Namun ada dari sebagian hamba yang tidak bisa minum dari telaga tersebut. Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa mereka telah amalan baru sesudahmu." (HR Muslim nomor 400)
Abdur Arsyad pun merasa tidak kuasa menahan air mata karena merenungkan betapa kuatnya keyakinan serta keteguhan hati para umat Nabi. Mereka tidak pernah bertemu secara langsung dengan Nabi, tetapi tetap mengikuti ajaran yang disampaikan.
"Ini menjadi inspirasi saya dalam menghadapi takdir dan tantangan hidup, tidak ada alasan untuk menjadi generasi yang lemah," ucap Abdur Arsyad, dikutip dari kanal YouTube Kasisolusi, Ahad (24/9/2023).
Ia juga membagikan cerita tentang tanggapan seorang bapak saat ditanya tentang apa yang akan dilakukan jika Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ada di hadapannya.
Reaksi bapak tersebut yang tak bisa menjawab dan malah menangis menggambarkan rasa hormat serta malu yang besar terhadap keagungan dan kemuliaan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.
Cerita ini menggambarkan betapa mulianya Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dalam pandangan umat Islam. Juga betapa kuatnya pengaruh Nabi terhadap hati dan jiwa kaum Muslimin.
Melalui kisah-kisah seperti ini, Abdul Arsyad mengajak umat manusia merefleksikan rasa hormat, kecintaan, dan keyakinan yang kuat terhadap ajaran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.
Kisah-kisah ini juga mengilustrasikan bagaimana hubungan antara manusia dan Allah Subhanahu wa Ta'ala, serta pentingnya menjalani hidup dengan penuh keteguhan hati dan keyakinan dalam menghadapi berbagai permasalahan serta cobaan.
Semoga kisah Abdul Arsyad ini dapat menginspirasi semua orang untuk lebih mendalami dan mendekatkan diri dengan ajaran agama Islam. Juga memupuk rasa cinta dan penghargaan terhadap Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dalam setiap aspek kehidupan.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)