WAKTU terbaik doa ketika susah atau senang? Hal ini ternyata kerap ditanyakan banyak orang. Simak jawaban jelasnya berikut ini.
Diketahui bahwa umat manusia memanjatkan doa atau mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala biasanya dilakukan dalam situasi susah. Adalah sifat manusia yang perlu diperbaiki yakni hanya mengingat Allah Ta'ala saat sulit saja, sedangkan ketika lapang, bisa jadi lupa dan lalai terhadap-Nya.
Sudah selayaknya seorang Muslim mengingat Allah Azza wa Jalla saat susah maupun senang. Demikian juga ketika akan berdoa, hendaknya memperbanyaknya ketika keadaan lapang agar Allah Ta'ala lebih cepat mengabulkan doa tersebut.
Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang suka Allah mengabulkan doanya ketika susah dan menderita, maka hendaknya ia memperbanyak doa ketika lapang." (HR Tirmidzi, Shahihul Jami' nomor 6290)
Syekh Ali Al Qari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan "ciri khas" seorang mukmin. Beliau berkata:
"Di antara ciri khas serorang mukmin yaitu sering bersyukur dan 'memperhatikan panah sebelum melepaskannya', kembali kepada (mengingat) Allah sebelum padanya tertimpa kesulitan." (Mirqatul Mafatih 4/1531)
Hendaknya seorang mukmin tidak menjadikan Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai pilihan terakhir ketika gembira, namun menjadi pilihan utama ketika bersedih dan susah.
Apabila manusia membuat permisalan, tentu tidak suka apabila keluarga atau saudara hanya datang ke ketika susah atau saat butuh bantuan. Selama ini dia tidak tahu ke mana rimbanya dan tidak pernah mau menyambung silaturahmi.
Oleh karena itu, ingatlah Allah Subhanahu wa Ta'ala saat senang dan lapang, maka Allah Ta'ala akan mengingatmu ketika susah.