ALI Baba dan Kasim adalah salah satu dongeng legenda dari Jazirah Arab. Dongeng ini cukup terkenal di Indonesia, selain kisah-kisah Abu Nawas di zaman Khalifah Harun al Rasyid.
Cerita lucu ini kali ini tentang nasib kakak adik anak orang kaya yaitu Ali Baba dan Kasim. Sayangnya, keduanya memiliki nasib perekonomian berbeda.
Dilansir kanal YouTube Channel Cerita Kartun Anak Anak Bahasa Indonesia, berikut cerita lengkap dongeng legenda Ali Baba.
Setelah ayahnya yang kaya raya wafat, Kasim langsung merebut seluruh harta warisan tanpa peduli terhadap adiknya Ali Baba. Tidak cukup dengan harta warisan ayahnya yang melimpah, Kasim pun menikahi putri orang kaya.
Jadilah Kasim dan istrinya hidup mewah di negerinya dengan harta melimpah. Sebaliknya, Ali Baba yang tidak mendapat warisan hanya hidup sederhana. Dia juga menikah dengan orang miskin.
Suami istri miskin ini memutuskan tinggal di tepi hutan di daerah pegunungan. Ali Baba tidak pernah minta bagian harta warisan ayahnya yang dikuasai Kasim.
Suatu hari Ali Baba hendak mengambil kayu di hutan dan dijual kembali ke kota. Namun, ia bersembunyi di atas pohon saat melihat 40 perampok menyembunyikan harta hasil jarahan di sebuah gua.
Saat itu Ali Baba menguntitnya dari belakang dan mendengar mantra untuk membuka serta menutup gua tersebut. Sepeninggal gerombolan perampok itu, Ali Baba pun mengucapkan mantra "Iftah ya simsim" atau "Sesemi terbukalah". Dia berhasil membuka gua.
Betapa terkejutnya Ali Baba ketika melihat kain mahal, perak, berlian, dan kepingan emas berkarung-karung di gua itu. Langsung dia mengambil sedikit emas tersebut dan berlalu pergi.
Sesampainya di rumah, Ali Baba meminta istrinya meminjam dacin (alat timbang) kepada kakaknya Kasim. Sang kakak curiga dan menempelkan bahan perekat di bawah timbangan itu agar tahu apa yang akan ditimbang Ali Baba.
Ketika dacin itu dikembalikan oleh istri Ali Baba, tidak disadari beberapa keping emas menempel. Saat itu Kasim merasa penasaran dan ingin mengetahui dari mana Ali Baba mempunyai emas yang banyak.
Alhasil setelah dibujuk sang kakak, Ali Baba pun bercerita tentang gerombolan perampok di gua itu. Dihampiri gua dan Ali Baba meninggalkan Kasim. Tanpa sepengetahuan Ali Baba, Kasim kembali datang ke gua dan mengambil seluruh harta jarahan tersebut.
Akan tetapi celaka, karena keserakahannya, Kasim lupa mantra untuk membuka gua itu. Akhirnya, para perampok pun kembali datang ke gua dan saat melihat jarahannya sudah dikemas langsung membunuh Kasim.
Allahu a'lam.
(Hantoro)