PRATIWI Sudarmono hingga saat ini menjadi satu-satunya Muslimah dan orang pertama dari Indonesia yang tercatat sebagai astronot. Ia bersanding dengan astronot yang kala itu didominasi dari Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Nama Pratiwi Sudarmono terkenal pada era 1980-an ketika terpilih menjadi astronot Indonesia untuk mengembangkan proyek DNA dan ilmiah lainnya. Pasalnya, ia merupakan Muslimah pertama yang berasal dari Asia untuk bergabung dalam proyek krusial.
Berdasarkan unggahan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Pratiwi Sudarmono lahir di Bandung, Jawa Barat. Ia merupakan seorang dokter mikrobiologi yang membuat NASA tertarik untuk merekrutnya.
Pratiwi Sudarmono memulai karier di bidang kesehatan masyarakat pada tahun 1984. Ia berhasil mendapat pendanaan dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) untuk meneliti Salmonella Typhi yang menghasilkan alat diagnosis serta vaksin yang lebih cepat dan murah.
Pada tahun 1985, Pratiwi Sudarmono terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk menjalankan misi NASA di Wahana Antariksa atau Space Shuttle. Ia bergabung dengan 207 kandidat, dan 25 di antaranya adalah perempuan.
Misi penerbangan Pratiwi Sudarmono dijadwalkan pada 24 Juni 1986 dengan pesawat ulang alik Columbia. Sebelum diluncurkan, ia menjalani pemusatan latihan secara ketat dan padat di Amerika Serikat.
Namun, tragedi besar yang melibatkan pesawat ulang alik Challenger milik AS meledak di udara 73 detik setelah diluncurkan dan menewaskan seluruh kru. Peristiwa tersebut menyebabkan NASA memutuskan membatalkan beberapa penerbangan ke luar angkasa, termasuk penerbangan Pratiwi Sudarmono.
Usai peristiwa tersebut, keberangkatan Pratiwi Sudarmono ke luar angkasa tidak kunjung terlaksana. Kendati begitu, namanya tetap dikenal publik dunia dan telah mengukir prestasi yang ciptaannya masih digunakan hingga saat ini.
Pratiwi juga tetap melanjurkan perannya di bidang sains dan pendidikan dengan menjabat sebagai Ketika Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1994–2000.
Pada tahun 2002, Pratiwi Sudarmono mengukuti program Sarjana Fulbright New Century di AS. Lalu pada tahun 2008, dia diangkat sebagai Profesor Kehormatan dalam bidang Mikrobiologi di Fakultas Kedokteran UI.
Hingga saat ini Pratiwi Sudarmono terus mengabadikan dirinya untuk dunia pendidikan, kesehatan, dan keilmuan.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)