Niat Puasa Sunnah Tasu’a
Puasa tasua merupakan puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 9 Muharram. Untuk mencapai tujuan dan kemuliaan puasa tasua, pelaksanaannya harus dimulai dengan niat. Berikut adalah niat dari puasa Tasu’a
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوْعَاءَ سُنَّةً لِلهِ تَعَالى
Latin: Nawaitu Shouma Taasuu'aa Sunnatan Lillahi Ta'ala.
Artinya: Aku niat berpuasa Tasu'a (hari kesembilan Muharam) sunnah karena Allah Ta'ala".
Keutamaan puasa tasu'a dan asyura merupakan salah satu puasa sunnah di Bulan Muharram.
أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim).
Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam An Nawawi menyebutkan bahwa, “Hadits ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang paling mulia untuk melaksanakan puasa sunnah.”
Keutamaan Puasa Tasua
Mengutip situs Majelis Ulama Indonesia (MUI) anjuran puasa di bulan Muharram tidak hanya Tasua dan Asyura saja. Berdasarkan hadits:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ؛ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ؛ صَلَاةُ اللَّيْلِ
"Puasa paling utama setelah Ramadhan adalan berpuasa di bulan Allah, yaitu Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR Muslim, Tirmidzi, Abu Daud, Nasai, Ibn Majah, Darimi, dan Ahmad)
Imam an-Nawawi (w 676 H) menjelaskan bahwa ternyata, puasa di bulan Muharram tidak hanya pada hari ke sepuluh saja yang populer disebut puasa Asyura atau Suro.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Maruf El Rumi)