Terjadi Banjir Dahsyat saat Zaman Nabi Nuh, Alquran dan Sains Ungkap Penyebabnya

Hantoro, Jurnalis
Kamis 08 Agustus 2024 09:08 WIB
Ilustrasi Alquran dan sains ungkap penyebab banjir dahsyat saat zaman Nabi Nuh Alaihissallam. (Foto: Pixabay)
Share :

ALQURAN dan sains mengungkap penyebab terjadinya banjir dahsyat saat zaman Nabi Nuh Alaihissallam. Ilmuwan juga membuktikan bahwa banjir dahsyat memang pernah terjadi. 

Dihimpun dari "Buku Pintar Sains dalam Alquran" karya Dr Nadiah Thayyarah, disebutkan ada banjir pada zaman Nabi Nuh Alaihissallam beserta pengetahuan arkeolog dalam penemuan benda bersejarah peninggalan banjir dahsyat pada masa itu.

Ayat-ayat Alquran menyebutkan adanya bencana banjir bandang itu sebagai balasan yang secara khusus Allah Subhanahu wa Ta'ala timpakan kepada kaum Nabi Nuh Alaihissallam. Allah Ta'ala berfirman:

وَقَوْمَ نُوْحٍ لَّمَّا كَذَّبُوا الرُّسُلَ اَغْرَقْنٰهُمْ وَجَعَلْنٰهُمْ لِلنَّاسِ اٰيَةًۗ وَاَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ عَذَابًا اَلِيْمًا ۚ

Artinya: "Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan para rasul, Kami tenggelamkan mereka, dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Kami pun telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih." (Quran Surat Al Furqan Ayat 37)

Ayat-ayat Alquran yang lain pun secara terperinci menggambarkan situasi penumpang kapal Nabi Nuh Alaihissallam dan bagaimana dia mematuhi perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman:

حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَ اَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّوْرُۙ قُلْنَا احْمِلْ فِيْهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَاَهْلَكَ اِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ اٰمَنَ ۗوَمَآ اٰمَنَ مَعَهٗٓ اِلَّا قَلِيْلٌ

Artinya: "... hingga apabila perintah Kami datang dan dapur (perut bumi) telah memancarkan air, Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang-sepasang jantan dan betina) dan keluargamu, kecuali orang yang telah ditetapkan suatu keputusan untuk mereka, dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman,' dan tidaklah beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (QS Hud: 40) 

Kemudian dalam Surat Hud ayat 41–49 dan Surah Al Mu'minun Ayat 30–33 mengandung kisah kejadian banjir besar dan menyebutkan Gunung Judiy, yaitu puncak Gunung Ararat di sebelah timur Turki.

Sesungguhnya kandungan ayat-ayat Alquran tersebut selaras dengan ilmu-ilmu sejarah dan fakta-fakta arkeologis modern. Hal ini terlepas dari kemungkinan untuk disanggah dan sudah pasti berbeda dari pengetahuan manusia saat Alquran itu turun.

Hal tersebut ditegaskan pula oleh seorang ilmuwan, Sir Leonard Woolley, pimpinan forum arkeolog yang dihadiri oleh delegasi British Museum dan delegasi Pennsylvania University dalam upaya penggalian arkeologis di Tell el-Obeid, sebelah utara Kota Ur di Irak.

Melalui penggalian itu ditemukan sejumlah lapisan yang sangat dalam. Di sana juga tertanam banyak bejana dan patung-patung yang sangat berharga serta bagian-bagian tanah kering yang terpahat padanya bekas-bekas batang bambu.

Melalui pemeriksaan mikroskopis terhadap sejumlah lapisan tanah, Sir Leonard membuktikan ternyata tanah tersebut mengandung materi yang tersapu air pada suatu masa dari bagian tengah Sungai Eufrat dalam kejadian banjir besar setinggi tak kurang dari 25 kaki.

Pendapat sang ahli menegaskan bahwa banjir tersebut tidak terjadi secara global, tapi memang skalanya sangat besar hingga menjangkau lembah Sungai Eufrat dan Sungai Tigris.

Banjir itu bahkan menenggelamkan daerah-daerah sekitar gunung di belahan timur dan perbukitan padang pasir di sebelah baratnya, yang merupakan kawasan yang paling banyak dihuni manusia pada masa tersebut.

Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya