Bolehkah Dzikir Sambil Tiduran? Ini Penjelasannya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 07 April 2026 16:30 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA – Dzikir atau mengingat Allah SWT adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, baik dalam suasana lapang maupun sempit. Dari pengertian tersebut muncul pertanyaan: apakah dzikir boleh dilakukan dalam berbagai situasi atau posisi, misalnya sambil tiduran? Para ulama memiliki penjelasan mengenai hal ini.

Apa itu Dzikir?

Berdzikir atau mengingat Allah SWT adalah amalan yang mudah namun menyimpan keutamaan luar biasa. Para ulama memandang dzikir bukan hanya ucapan lisan, tetapi juga obat hati, penenang jiwa, dan jalan utama mendekatkan diri kepada Allah.

Karena keutamaan dan kemudahannya, umat Islam disarankan menjadikan dzikir sebagai bagian rutin hidup: sebelum dan sesudah shalat, menjelang tidur, saat bekerja, hingga dalam kesibukan sehari‑hari, sehingga setiap napas menjadi ibadah.

Bagaimana Hukum Dzikir Sambil Tiduran?

Umat Islam disarankan menjadikan dzikir bagian rutin kehidupannya, termasuk saat berbaring. Para ulama sepakat bahwa berdzikir sambil tiduran hukumnya boleh (mubah) dan tetap berpahala selama niatnya ikhlas mengingat Allah.

Allah SWT berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 191:

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ

Artinya: “(Yaitu) orang‑orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan dalam keadaan berbaring.”

Ayat ini menunjukkan bahwa dzikir bukan ibadah yang terbatas pada posisi tertentu, tetapi bisa dilakukan dalam berbagai keadaan, termasuk saat berbaring. Ulama tafsir seperti Ibnu Jarir ath‑Thabari menegaskan bahwa dzikir dalam posisi berdiri, duduk, maupun berbaring semuanya termasuk bentuk ibadah yang diperbolehkan.

 

Dalam praktik sehari‑hari, banyak ulama menjelaskan bahwa dzikir menjelang tidur, seperti membaca tasbih, tahmid, takbir, istighfar, atau doa sunnah, boleh dilakukan dalam posisi rebahan, asalkan tidak mengantuk lalu lalai menghormati Al‑Qur’an jika sedang membacanya.

Bahkan, membaca Al‑Qur’an sambil berbaring juga dianggap sah dan berpahala. Rasulullah SAW pernah membaca ayat‑ayat Al‑Qur’an sambil bersandar di pangkuan ‘Aisyah RA, yang menjadi dalil kuat bagi ulama Saudi seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baz maupun ulama lainnya.

Secara praktis, umat disarankan menjadikan dzikir sambil tiduran sebagai tambahan, bukan pengganti dzikir yang lebih khusyuk di waktu siang atau setelah shalat. Posisi duduk atau berdiri dengan berwudhu tetap lebih utama, namun tidak menghapus kebolehan dan pahala dzikir dalam posisi berbaring.

Dengan demikian, dzikir sambil tiduran justru menjadi “pintu” bagi banyak orang untuk terus mengingat Allah, tanpa terkendala keterbatasan fisik atau kondisi tubuh. Wallahu A'lam.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya