Kisah Abdi Dalem Pakualaman Berangkat Haji, Nabung Rp10 Ribu per Hari hingga Jual Belasan Kambing 

Nur Wijaya Kesuma, Jurnalis
Sabtu 02 Mei 2026 19:01 WIB
Kisah Abdi Dalem Pakualaman Berangkat Haji, Nabung Rp10 Ribu per Hari hingga Jual Belasan Kambing  (Nur Wijaya Kesuma)
Share :

JAKARTA - Jamaah yang berangkat haji memiliki perjuangannya masing-masing untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Ini seperti yang dialami Taruno Tanoyo (85). 

Pria kelahiran 8 Desember 1941 asal Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta itu akhirnya bersama sang istri, Sumarni, tiba di Al Asalah Al Bakkiyah Hotel, Makkah, setelah menempuh perjalanan panjang dari Madinah pada Kamis (30/4/2026). Tidak tampak sedikit pun gurat kelelahan di wajahnya meski ia tergabung dalam kelompok terbang (kloter) perdana YIA 1.

Jalan panjang kakek ini menuju Tanah Suci Makkah diukir lewat kesabaran finansial. Mengabdikan diri sebagai abdi dalem Pura Pakualaman sejak usia 24 tahun, penghasilannya yang terbatas tidak pernah menyurutkan niatnya untuk berhaji.

"Nabung buat haji, tiga bulan sekali, kadang sehari Rp10 ribu, pernah Rp5 ribu," ujar Taruno mengungkapkan strategi mengatur keuangannya selama sepuluh tahun.

Demi menggenapi sisa biaya pelunasan, keluarga sederhana ini harus mengorbankan aset paling berharga di kampung halaman mereka. Belasan ekor kambing yang selama ini menjadi sumber kehidupan sehari-hari akhirnya dilepas demi menebus rindu kepada Tanah Suci.

"Kemarin kambingnya banyak, dijual 14 ekor buat haji dan tambahan jaga-jaga," kata sang istri mengamini perjuangan suaminya.

 

Aktivitas menggembala belasan kambing itu rupanya membawa berkah tersembunyi bagi kekuatan tulang dan sendi sang kakek. Rutinitas fisik di alam terbuka tersebut secara tidak langsung melatih ketahanan kardiovaskularnya sebelum dihadapkan pada cuaca ekstrem Arab Saudi.

Kini, pria yang telah dikaruniai 25 orang buyut itu tinggal memetik manisnya buah kesabaran di Tanah Haram. Sembari mengenakan helaian kain ihram putih di kamar hotelnya, Taruno bersiap menunaikan rukun umrah wajib pada malam hari.

Di sisa tenaga dan usianya, ia mengaku tidak memiliki banyak permintaan saat bermunajat di kawasan Masjidil Haram nanti. Doanya sangat sederhana, yakni memohon kesehatan prima agar rangkaian ibadahnya meraih predikat haji mabrur.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya