MAKKAH – Pusaran ribuan jemaah nyaris tanpa jeda di sekeliling kakbah, kiblat umat Islam seluruh dunia. Begitu pun Jumat dini hari (22/5/2026) tadi. Meski waktu telah menggelincir sepertiga malam terakhir, namun ribuan orang mengalir datang silih berganti untuk melaksanakan ibadah tawaf dan berlanjut sai.
Lantunan doa dan zikir berkumandang tanpa henti. “Bismillahi Allahu akbar.” Lafaz suci ini bergema sebagai tanda memulai ibadah keliling kakbah 7 kali yang dimulai dari titik sejajar Hajar Aswad. Seluruh muslim tak peduli suku bangsa dan ras bercampur jadi satu tanpa ada perbedaan untuk satu tujuan: berserah pada Sang Maha Pencipta.
Okezone—bagian dari iNews Media Group--atas undangan Pemerintah Kerajaan melalui Kementerian Media Arab Saudi berkesempatan merasakan atmosfer spiritual yang sangat menggetarkan jiwa tersebut. Tawaf, sai, kemudian tahalul awal menjadi rangkaian kegiatan ibadah haji yang akan memasuki masa puncak pada fase Arafah, Muzdalifah dan Mina atau Armuzna.
Kementerian Media Saudi, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya mengundang perwakilan media massa dari berbagai negara untuk mengikuti proses ibadah haji sekaligus menunjukkan bagaimana Pemerintah Kerajaan berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi seluruh tamu Allah.
Bukan hanya pengaturan pergerakan manusia paling akbar dalam satu waktu untuk beribadah, namun juga sejumlah fasilitas pendukung untuk kelancaran ibadah terus juga dimatangkan. Selain moda transportasi yang mengangkut Jemaah, juga keamanan dan kesiapsiagaan petugas.
Khusus tugas jurnalistik, Kementerian Media Saudi juga telah mengumumkan penyelenggaraan edisi ketiga Hajj Media Hub. Hub ini berfungsi sebagai lingkungan media terintegrasi yang mendukung para profesional media dalam menyelesaikan liputan musim Haji mereka melalui teknologi interaktif dan area media khusus.
Pergerakan Jemaah Indonesia
Bagi jemaah Indonesia yang keseluruhan kini telah berada di Makkah berancang-ancang untuk melaksanakan puncak haji pada fase Armuzna yang dimulai 9 zulhijah atau 26 Mei saat wukuf di Padang Arafah. Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 telah membagi gelombang pergerakan demi kelancaran fase ini.
Data PPIH, pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah dijadwalkan mulai Senin, 25 Mei 2026 (8 Zulhijjah). Jemaah akan diberangkatkan dari hotel masing-masing menggunakan armada bus dalam tiga gelombang berbeda.
Gelombang pertama dimulai pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (WAS), berlanjut gelombang kedua pukul 11.30 WAS, dan gelombang ketiga pukul 17.30 WAS. Seluruh jemaah ditargetkan sudah berada di Arafah sebelum pukul 24.00 WAS.
Setelah melaksanakan wukuf di Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026 (9 Zulhijjah), pergerakan jemaah akan kembali dilakukan menuju Muzdalifah dan Mina. Pada faset ini PPIH membagi jemaah ke dalam dua skema besar, yaitu murur dan non-murur.
Skema murur diperuntukkan bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan kategori risiko tinggi (risti). Secara keseluruhan terdapat 80.000 jemaah yang akan diberangkatkan melalui skema murur.
Dalam skema tersebut, jemaah akan langsung melintas menuju Mina menggunakan bus tanpa turun di Muzdalifah. Adapun jemaah non-murur akan tetap turun dan menjalani mabid (bermalam) di Muzdalifah sebelum diberangkatkan ke Mina.
(Fahmi Firdaus )