JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiagakan sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina, untuk memperkuat layanan dan pengawasan jamaah haji Indonesia selama fase Mina pada puncak ibadah haji.
Diketahui, fase Mina merupakan tahapan krusial dalam puncak ibadah haji (Armuzna), di mana jamaah tinggal (mabit) di Mina untuk melontar jumrah. Fase ini menuntut kesiapan fisik prima karena jamaah berjalan kaki menuju Jamarat dan berpotensi menghadapi suhu ekstrem.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, mengatakan ribuan petugas tersebut ditempatkan di sejumlah titik guna mendukung pengaturan arus jamaah hingga merespons cepat kebutuhan di lapangan.
"Secara keseluruhan, total ada 1.356 petugas Satgas Mina yang disiagakan untuk mendukung layanan, pengawasan, dan juga pengaturan arus jamaah, serta merespon cepat terhadap kebutuhan jamaah di lapangan,” kata Maria, Kamis (28/5/2026).
Menurut Maria, pos-pos tersebut bertugas mengarahkan pergerakan jamaah menuju Jamarat, membantu pengaturan arus saat lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, hingga memastikan jamaah kembali melalui jalur aman.
“Pos-pos tersebut memang bertugas mengarahkan pejalan kaki jamaah haji Indonesia menuju Jamarat, membantu juga bagaimanakah pengaturan arus saat pelaksanaan lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan bahwa jamaah yang kembali dari Jamarat tetap berada pada jalur yang aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko,” ujarnya.